Alternator AC 3 Phase

Tuesday, January 3rd, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Alternator AC 3 Phase Untuk Sistem Pengisian Sepeda Motor

Perkembangan terakhir dari alternator yang digunakan pada sepeda motor adalah dengan merubah alternator dari satu phase menjadi 3 phase (3 gelombang). Alternator ini umumnya dipakai pada sepeda motor ukuran menengah dan besar yang sebagian besar telah menggunakan sistem starter listrik sebagai perlengkapan standarnya. Output (keluaran) listrik dari alternator membentuk gelombang yang saling menyusul, sehingga outputnya bisa lebih lembut dan stabil. Hal ini akan membuat output listriknya lebih tinggi dibanding alternator satu phase.

Tipe Alternator AC 3 Phase Yang Digunakan Pada Sepeda Motor

  • Alternator 3 Phase tipe magnet permanen
  • Alternator 3 Phase tipe elektromagnetik

Salah satu tipe alternator 3 phase yaitu alternator tipe magnet permanen, yang terdiri dari magnet permanen, stator yang membentuk cincin dengan generating coils (kumparan pembangkit) disusun secara radial dibagian ujung luarnya, dan rotor dengan kutub magnetnya dilekatkan didalamnya. Tipe lainnya dari alternator 3 phase adalah yang menggunakan elektromagnet seperti alternator pada mobil.

Alternator 3 Phase tipe magnet permanen

Gambar 1. Alternator AC 3 Phase tipe magnet permanen

Alternator tipe elektromagnetik  terdiri dari komponen-komponen :

  1. Stator coil :
    Stator coil merupakan kumparan yang dibentuk dalam hubungan delta atau bintang  yang bertindak sebagai medium terjadinya pembangkitan arus listrik di dalam alternator. Stator coil statis terhadap housing (tidak berputar).
  2. Rotor coil :
    Rotor coil merupakan kumparan elektromagnet untuk membangkitkan gaya magnet  yang akan memotong stator coil selama berputar hingga menghasilkan arus listrik. Rotor coil membangkitkan kemagnetan pada claw pole selama mendapat suplai listrik dari baterai (arus listrik eksitasi).
  3. Claw pole :
    Claw pole merupakan kutub-kutub inti kumparan rotor(rotor coil) yang dibentuk sedemikian rupa hingga dihasilkan gaya magnet yang lebih kuat dan terkonsentrasi. Tiap sisi dari claw pole menghasilkan kutub yang berbeda.
  4. Brush dan slip ring :
    Brush dan slip ring berfungsi sebagai jalur masuk dan keluarnya arus listrik eksitasi (pemicu) menuju rotor coil. Dengan cara ini, arus listrik dari baterai dapat disalurkan ke dalam rotor coil selama rotor berputar.

Pengaturan tegangan dan penyearahan arus pada sistem pengisian alternator 3 phase pada prinsipnya sama dengan sistem pengisian alternator satu phase seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun dalam alternator 3 phase disamping menggunakan pengaturan tegangan (voltage regulator) secara elektronik menggunakan transistor dan zener diode, juga ada yang menggunakan voltage regulator mekanik (menggunakan contact point/platina).

Alternator 3 Phase tipe elektromagnetik,alternator ac 3 phase,ac alternator 3 phase,generator ac 3 phase,ac generator 3 phase,generator ac 3,generator ac 3 fasa,generator ac 3 phase,generator ac 3 phasa,generator ac 3 fasa pdf,dasar teori generator ac 3 fasa,pengertian generator ac 3 fasa,konstruksi generator ac 3 fasa,harga generator ac 3 phase,makalah generator ac 3 fasa,komponen generator ac 3 phase,definisi generator ac 3 fasa,prinsip kerja generator ac 3 fasa

Gambar 2. Alternator AC 3 Phase tipe elektromagnetik