Aplikasi Resistor pada Sepeda Motor

Thursday, January 5th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Aplikasi Resistor pada Sepeda Motor

Resistansi (tahanan) dapat diartikan sebagai apapun yang menghambat aliran arus listrik dan mempengaruhi besarnya arus yang dapat mengalir. Pada dasarnya semua material (bahan) adalah konduktor (penghantar), namun resistansi-lah yang menyebabkan sebagian material dikatakan isolator, karena memiliki resistansi yang besar dan sebagian lagi disebut konduktor, karena memiliki resistansi yang kecil.

Resistansi ada pada kawat, kabel, body atau rangka sepeda motor, namun nilainya ditekan sekecil mungkin dengan menggunakan logam-logam tertentu yang memiliki nilai  yang rendah.

Resistansi ada yang dibuat dengan sengaja untuk mengatur besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian tertentu, dan komponen yang memiliki nilai resistansi khusus tersebut, disebut Resistor. Resistor dibagi menjadi dua jenis :

  1. Resistor tetap (fixed resistor)
  2. Resistor variabel (variable resistor)

Variable resistor terdiri  dari beberapa macam :

  1. Rotary-type Resistor
  2. LDR (Light Dependent Resistor)
  3. Thermistor, terdiri dari :
    1. NTC ( Negative Temperture Coeficient ) Thermistor
    2. PTC ( positive Temperature Coeficient ) Thermistor
Aplikasi Resistor pada Sepeda Motor,aplikasi resistor pada sepeda motor,contoh aplikasi resistor pada sepeda motor,resistor pada sepeda motor,fungsi resistor pada sepeda motor,penggunaan resistor pada sepeda motor

Gambar 1. Resistor dan simbolnya

Pada NTC thermistor, nilai resistansi dari thermistor akan menurun pada saat suhu meningkat, sedangkan pada PTC Thermistor, nilai resistansinya akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Thermistor digunakan untuk keperluan pendeteksian suhu suatu objek, misalnya suhu oli engine, transmisi, axle dan lain-lain.

Contoh Aplikasi Resistor pada Sepeda Motor

Hampir semua rangkaian kelistrikan pada sepeda motor terdapat tahanan (resistor). Bentuk tahanan pada rangkaian bisa berupa tahanan pada bola lampu atau kumparan maupun tahanan (resistor) biasa seperti gambar 2 di atas. Contoh aplikasi/penggunaan resistor tetap (fixed resistor) pada sepeda motor diantaranya bisa dilihat pada sistem tanda belok (turn signal) yang menggunakan flasher tipe kapasitor seperti gambar di bawah ini :

Aplikasi resistor tetap (R) pada sepeda motor

Gambar 2. Aplikasi resistor tetap (R) pada sepeda motor

Resistor (R) pada gambar di atas  akan dialiri arus dai baterai jika posisi plat kontak (P) dalam keadaan membuka. Dengan adanya resistor (R) tersebut, maka aliran arus yang melewatinya akan menjadi lebih kecil dibanding dengan arus yang mengalir melalui plat kontak (P) saat posisi menutup.  Hal ini akan berakibat lampu tanda belok (lampu sein) tidak menyala saat arus melewati resistor tersebut walau saklar lampu sein sedang diarahkan ke kiri maupun ke kanan.

Contoh Aplikasi Variable Resistor pada Sepeda Motor

Selanjutnya untuk contoh aplikasi/penggunaan variable resistor pada sepeda motor diantaranya bisa dilihat pada rangkaian pengukur bahan bakar seperti gambar di bawah ini :

Aplikasi variable resistor pada sepeda motor

Gambar 3. Aplikasi variable resistor pada sepeda motor

Bekerjanya variable resistor  pada gambar di atas berdasarkan tinggi rendahnya bahan bakar dalam tangki melalui perantaraan pelampung, lengan pelampung dan lengan penghubung (moving contact arm). Pergeseran ke kiri dan ke kanan dari lengan penghubung tersebut akan merubah besarnya tahanan pada variable resistor.

Dari uraian diatas dapat kita temukan aplikasi resistor pada sepeda motor pada bagian flasher dan fuel meter bahan bahakar.