Busi Sepeda Motor

Monday, February 6th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Busi mempunyai tugas meloncatkan bunga api listrik tegangan tinggi didalam ruang bakar dan membakar campuran bahan bakar dan udara yang sudah dikompresikan. Bunga api listrik meloncat diantara elektrode tengah yang diisolasi dengan keramik ke sebuah atau lebih elektrode massa.

Busi memiliki tuntutan sebagai berikut :

  • Mampu menerima beban sampai dengan tegangan 40.000 volt
  • Daya isolasi sampai dengan 1000°C.
  • Cepat mencapai temperatur pembersihan diri.
  • perapat ruang bakar.
  • Konstruksi mekanis yang kuat.
  • Tahan terhadap proses kimia yang terjadi di ruang bakar.
  • Tahan terhadap perubahan temperatur :gas panas/campuran bahan bakar yang dingin.
  • Mampu mengalirkan panas pada isolator dan elektrode.

Busi dikonstruksi untuk motor tertentu. Busi memiliki ulir dan panjang yang sesuai dengan tempatnya, nilai thermal tertentu.

Bagian Bagian Utama Busi

  • Batang penghantar
  • Rumah busi
  • Perapat (model rata atau tirus)
  • Elektrode
  • Isolator.

Konstruksi Busi

Konstruksi busi,busi sepeda motor,busi sepeda motor racing,busi sepeda motor terbaik,busi sepeda motor sering mati,busi sepeda motor yang bagus,busi sepeda motor cepat mati,pengertian busi sepeda motor,tipe busi sepeda motor,busi pada sepeda motor,daftar busi sepeda motor,macam busi sepeda motor,pemeriksaan busi sepeda motor,memeriksa busi sepeda motor,tutup busi sepeda motor,kegunaan busi sepeda motor,cara kerja busi sepeda motor,cara memperbesar api busi sepeda motor,artikel tentang busi sepeda motor

Gambar 1. Konstruksi busi

Batang penghantar terbuat dari baja dan pada ujungnya dibuat ulir untuk mur pengunci yang dihubungkan ke kabel pengapian atau langsung ke batang penghubung koil. Isolator harus tahan terhadap loncatan listrik tegangan tinggi, sehingga tegangan tinggi tidak meloncat ke samping.

Busi yang telah dipasang dan tidak sesuai dengan peruntukannya sebaiknya tidak digunakan lagi.atau setelah pemakaian terjadi kerusakan kecil yang diakibatkan retak meskipun secara penglihatan tidak tampak ini akan mengakibatkan gangguan loncatan bunga api yang dapat menembus melalui retakan tersebut.akibatnya loncatan bunga api tidak lagi terjadi pada celah elektrode tetapi keluar dan meloncat ke massa.

Bermacam Konstruksi Elektrode Massa Busi

4 macam bentuk elektroda massa busi

Gambar 2. Macam bentuk elektroda massa busi

Ada 4 macam bentuk elektroda massa busi :

  1. Elektroda massa datar
  2. Elektroda Samping (ujung elektroda terbuat dari platina)
  3. Elektroda lebih dari satu.
  4. Elektroda segitiga (hanya untuk mobil)

Elektroda massa biasanya terbuat dari paduan logam Nickel–Chrom juga biasanya terbuat dari baja agar ketika bekerja elektroda tersebut tidak menjadi panas dan dapat menghatar panas ke massa dengan baik serta awet. Pada elektrode tengah sampai dengan ujung elekrode biasanya digunakan perak yang dapat memperbaiki perambatan panas.

Busi yang sekarang dikonstruksi elktrode bagian tengah yang berhubungan langsung dengan ruang bakar agar dapat terlindungi dari korosi akibat pembakaran, temperatur yang tinggi, tekanan pembakaran,dan kotoran akibat dari pembakaran dikonstruksi sebagai berikut :

  • Elektrode pusat yang terbungkus
  • Ellektrode pusat terbuat dari perak
  • Elektrode pusat terbuat dari platina
  • Elektrode pusat terbuat dari Indium

Elektrode pusat yang terbungkus logam murni lebih baik dibandingkan dengan logam tuang dalam menghatar panas tetapi lebih peka dan mudah dipengaruhi oleh proses kimia gas-gas dari hasil pembakaran. Karena alasan yang mendasar ini maka elektrode pusat dibungkus dengan paduan logam Nickel dan inti terbuat dari perak.

Ellektrode pusat terbuat dari perak

Gambar 3. Busi dengan elektrode pusat dibungkus nickel

Elektrode pusat yang terbuat dari perak memiliki sifat menghantar arus dan temperatur yang baik oleh sebab itu elektrode perak dibuat dengan diameter yang kecil saja.

Elektrode platina, Platina dan paduan platina memiliki ketahanan yang tinggi terhadap korosi,-oksidasi dan terbakar. Elektrode platin dibangdingkan dengan elektrode berbasis Nickel bisa dibuat lebih kecil yaitu dapat dibuat sampai dengan diameter 0,8 mm. Dengan diameter elektrode yang lebih kecil maka kebutuhan tegangan pengapian menjadi lebih kecil, ini terjadi karena jumlah molekul udara yang ada diujung elektrode yang harus di ionisasi.

Elektrode Iridium. Diameter elektrode pusat dapat lebih diperkecil sampai dengan 0,4 mm menjadikan tegangan tinggi lebih terpusat dan hal ini meyebabkan pembakaran menjadi lebih baik pada segala perilaku mengemudi. (lihat gambar pembakaran)

Pembakaran pada busi iridium dan biasa

Gambar 4. a. Pembakaran pada busi iridium dan b. busi biasa

Teknologi tinggi logam  pada elekrode busi baik yang terbuat dari Iridium maupun platina celah elektrode tidak boleh diuukur dengan logam fuller tetapi diuukur dengan kawat (lihat gambar diatas).

Tempat loncatan bunga api, (gambar dibawah), Loncatan bunga api yang normal adalah dari elektrode tengah /pusat menuju elektrode massa seperti gambar a. bisa terjadi keadaan loncatan bunga api tidak melompat ke elektrode massa tetapi meloncat kearah dalam seperti ditunjukkan gambar b. ini disebabkan karena permukaan isolator dan ada kerak basah. Akibatnya campuran bahan bakar terbakar tidak sempurna dan emisi gas buang kotor.

Tempat loncatan bunga api

Gambar 5. Arah dan Tempat loncatan bunga api

Celah Elektrode Busi

Celah busi adalah celah sempit antara elektrode pusat dengan elektrode massa, semakin kecil celah antara elektrode pusat dan massa maka semakin singkat daerah yang dapat diionisasi oleh tegangan tinggi dan semakin rendah juga kebutuhan tegangan yang dibutuhkan (api semakin kecil). Gambar dibawah : celah elektrode busi.

Celah busi

Gambar 6. Celah elektrode busi

Pada celah elektrode yang terlalu kecil akan berakibat kebutuhan tegangan untuk meloncat kecil bunga api menjadi kecil dan menyebabkan suara motor tidak halus dan emisi gas buang jadi jelek. Pada celah elektrode yang terlalu besar akan mengakibatkan kebutuhan tegangan pengapian semakin besar dan tegangan tinggi cadangan menjadi berkurang.

Pada kebanyakan celah elektrode busi tidak perlu disetel (celah sudah tertentu), bila celah sudah melebihi dari ketentuan maka elektrode massa tidak boleh disetel karena berbahaya/beresiko elektrode patah. Celah elektrode yang umum dikeluarkan oleh pabrikan busi biasanya berkisar antara 0,7 mm dan 1,2 mm. Kebutuhan tegangan pengapian adalah jumlah tegangan sekunder sampai tegangan dapat meloncat.Pada masa pakai tertentu celah elektrode akan semakin besar akibat erosi, oleh sebab itu celah perlu diukur kembali setiap periode tertentu sesuai dengan anjuran pabriknya,hal ini biasanya hanya cocok untuk busi dengan elektrode massa tunggal.

Dudukan/Posisi Elekrode Busi

Pada gambar dibawah menunjukkan posisi loncatan bunga api listrik didalam ruang bakar. Dimana loncatan bunga api diharapkan ada pada campuran paling sesuai untuk dibakar dan dapat lebih menjauhkan posisi elektrode pusat dari masa serta campuran akan selalu berubah ubah posisinya sesuai dengan beban motor. Pada gambar a dan b merupakan jalur loncatan bunga api yang terjadi pada busi.

Dudukan Atau Posisi elekrode busi

Gambar 7. dudukan atau posisi elekrode busi