Contact Breaker (Platina)

Saturday, May 19th, 2018 - Mesin, Sepeda Motor

Platina pada sistem pengapian berfungsi untuk memutushubungkan tegangan baterai ke kumparan primer. Platina bekerja seperti switch (saklar) yang menyalurkan supply listrik ke kumparan primer koil dan memutuskan aliran listrik untuk menghasilkan induksi. Pembukaan dan penutupan platina digerakkan secara mekanis oleh cam/nok yang menekan bagian tumit dari platina pada interval waktu yang ditentukan.

Konstruksi Platina

konstruksi platina,contact breaker (platina),kontak platina,fungsi kontak platina adalah,celah kontak platina,fungsi kontak platina,pengertian kontak platina,apa fungsi kontak platina,kontak pemutus platina,tumit ebonit,sudut dwell,sudut dwell platina,sudut dwell pdf,sudut dwell pada platina,sudut dwell pada sistem pengapian,sudut dwell angle,sudut dwell terlalu kecil,sudut dwell pengapian,sudut dwell terlalu besar,sudut dwell diperiksa saat,sudut dwell arti,gambar sudut dwell,spesifikasi sudut dwell,penyebab sudut dwell terlalu kecil,sudut dwell adalah,sudut dwell dan sudut pengapian adalah,pengertian sudut dwell angle,akibat sudut dwell terlalu besar,akibat sudut dwell terlalu kecil,akibat sudut dwell kecil,akibat sudut dwell besar,apa sudut dwell

Gambar 1. Konstruksi platina sepeda motor

Pada saat poros berputar maka nok akan mendorong lengan platina kearah kontak membuka dan selanjutnya apabila nok terus berputar lebih jauh maka platina akan kembali pada posisi menutup demikian seterusnya.

Pada waktu platina menutup, maka arus mengalir ke rangkaian primer sehingga inti besi pada koil pengapian akan jadi magnet. Saat platina membuka, maka kemagnetan inti besi akan hilang dengan tiba-tiba. Kehilangan kemagnetan pada inti besi tersebut akan dapat membangkitkan tegangan tinggi (induksi) pada kumparan sekunder. Tegangan tinggi akan disalurkan ke busi, sehingga timbul loncatan bunga api pada celah elektroda busi untuk membakar campuran bensin dan udara pada akhir langkah kompresi.

Menjaga Kondisi Platina Tetap Optimal

Permukaan kontak platina dapat terbakar oleh percikan bunga api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh induksi diri pada kumparan primer, oleh karena itu platina harus diperiksa dan diganti secara periodis. Karena platina sangat penting untuk menentukan performa sistem pengapian (konvensional), maka dalam pemeriksaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut;

1. Tahanan kontak platina

Oksidasi/kerak kotoran yang terjadi pada permukaan permukaan platina akan semakin bertambah dan semakin buruk sebanding umur pemakaiannya.Bertambahnya lapisan oksidasi membuat permukaan platina semakin kasar/kotor dan memperbesar tahanannya, sehingga aliran arus pada rangkaian primer koil menjadi berkurang.

Faktor-faktor di bawah ini menyebabkan tahanan kontak platina semakin bertambah, yaitu:

  1. Gemuk Menempel pada Permukaan Celah Kontak
    Jika bahan ini melekat pada kontak platina, maka kontak akan bertambah hangus oleh loncatan bunga api, sehingga menambah tahanan kontak. Oleh karena itu, pada saat mengganti kontak platina harus diperhatikan agar oli atau gemuk tidak menempel pada celah kotak.

    Cara membersihkan celah platina

    Gambar 2. Cara membersihkan celah platina

    Usahakan selalu membersih-kan celah kontak (air gap) saat akan melakukan pemasangan.

  2. Titik Kontak Tidak Lurus
    Posisi atau kedudukan kontak platina

    Gambar 3. Posisi atau kedudukan kontak platina

    Posisi/kedudukan kontak platina sebaiknya seperti pada gambara. Kedudukan kontak platina yang salah seperti gambar b, c dan (D3) dapat menyebabkan aliran arus pada rangkaian primer tidak optimal sehingga mempengaruhi besarnya induksi yang dihasilkan koil pengapian tersebut.

2. Celah Tumit Ebonit

Untuk menghindari aus yang terlalu cepat, sebaiknya beri gemuk pada tumit ebonit tersebut. Jika tumit ebonit aus dapat menyebabkan platina tidak bisa terbuka saat cam berputar sehingga sehingga tidak akan terjadi loncatan bunga api dan mesin bisa mati.

Tumit ebonit

Gambar 4. Tumit ebonit

3.  Sudut Dwell

Sudut pengapian merupakan sudut yang diperlukan untuk satu kali pengapian pada satu silinder motor. Di mana secara detail dapat diterangkan sebagai sudut putar nok/cam saat platina mulai membuka sampai platina mulai membuka pada tonjolan nok/kam berikutnya.

Perbedaan sudut pengapian dengan sudut dwell,konstruksi platina,contact breaker (platina),kontak platina,fungsi kontak platina adalah,celah kontak platina,fungsi kontak platina,pengertian kontak platina,apa fungsi kontak platina,kontak pemutus platina,tumit ebonit,sudut dwell,sudut dwell platina,sudut dwell pdf,sudut dwell pada platina,sudut dwell pada sistem pengapian,sudut dwell angle,sudut dwell terlalu kecil,sudut dwell pengapian,sudut dwell terlalu besar,sudut dwell diperiksa saat,sudut dwell arti,gambar sudut dwell,spesifikasi sudut dwell,penyebab sudut dwell terlalu kecil,sudut dwell adalah,sudut dwell dan sudut pengapian adalah,pengertian sudut dwell angle,akibat sudut dwell terlalu besar,akibat sudut dwell terlalu kecil,akibat sudut dwell kecil,akibat sudut dwell besar,apa sudut dwell

Gambar 5. Perbedaan sudut pengapian dengan sudut dwell

Berdasarkan gambar di samping, sudut dwell adalah lamanya posisi platina dalam keadaan menutup.  Oleh karena Dengan memperbesar celah platina sudut dwell menjadi kecil, dan sebaliknya bila celah platina diperkecil maka sudut dwell akan menjadi besar.

Sudut dwell yang terlalu besar dapat menyebabkan kemungkinan percikan busi pada sistem pengapian terlambat, putaran mesin kasar, tidak optimalnya fungsi kondenser, dan sebagainya. Sedangkan sudut dwell yang terlalu kecil, dapat menyebabkan kemungkinan percikan bunga api yang lemah/kecil, mesin overheating (mesin teralu panas), performa mesin jelek dan sebagainya.

Dengan selalu memperhatikan ketiga kondisi diatas maka kinerja contact breaker (platina) akan tetap terjaga dalam kondisi optimal.