Hukum Ohm pada Sepeda Motor

Thursday, May 17th, 2018 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Aplikasi Hukum Ohm pada Sepeda Motor

Hukum Ohm menerangkan hubungan antara tegangan (Voltage), kuat arus (Ampere) dan resistansi (R). Hubungan antara tegangan (V), kuat arus (I) dan resistansi (R) dapat dirumuskan sebagai berikut:

V =  I. R      atau     R = \frac{V}{I}       atau     I = \frac{V}{R}

dimana;

V = Tegangan listrik yang diberikan pada sirkuit/rangkaian dalam Volt (V)
I   =  Arus listrik yang mengalir pada sirkuit dalam Ampere (A)
R =  Tahanan pada sirkuit, dalam Ohm (Ω)

Untuk menjelaskan hubungan ketiganya tersebut dapat diilustrasikan seperti pada gambar di bawah ini :

Contoh Aplikasi Hukum Ohm pada Sepeda Motor,hukum ohm pada sepeda motor,aplikasi hukum ohm pada sepeda motor,penggunaan hukum ohm pada sepeda motor,contoh aplikasi hukum ohm pada sepeda motor,tujuan hukum ohm pada sepeda motor

Gambar 1. Rangkaian untuk menjelaskan prinsip dari Hukum Ohm

Pada saat variable resistor diposisikan pada nilai resistansi rendah, arus akan mengalir maksimal. Namun tegangan akan menurun (mengecil). Pada saat nilai resistansi maksimal, kuat arus yang mengalir sangat kecil namun tegangan meningkat mencapai maksimal.

Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa besarnya tegangan berbanding terbalik dengan kuat arus yang mengalir. Atau dengan kata lain, makin besar arus yang mengalir, makin minimum tegangan kerja pada lintasan rangkaian dan makin kecil (makin menjauhi tegangan baterai/sumber listrik). Makin kecil arus yang mengalir, makin maksimal tegangan kerja (makin mendekati tegangan baterai/sumber listrik).

Contoh Aplikasi Hukum Ohm pada Sepeda Motor

Hukum Ohm dapat digunakan untuk menentukan suatu tegangan V, arus I atau tahanan R pada sirkuit/rangkaian kelistrikan,  seperti pada rangkaian lampu penerangan, sistem pengisian, sistem pengapian dan sebagainya. Tegangan, arus dan tahanan tersebut dapat ditentukan tanpa pengukuran yang aktual, bila diketahui harga dari dua faktor yang lain.

  1. Hukum ini dapat digunakan untuk menentukan besar arus yang mengalir  pada sirkuit/rangkaian bila tegangan V diberikan pada tahanan R. Rumus Hukum Ohm yang digunakan adalah:
    I = \frac{V}{R}
    Arus listrik = tegangan / tahanan
  2. Hukum ini juga dapat digunakan untuk menghitung tegangan V yang diperlukan agar arus I mengalir melalui tahanan R. Rumus Hukum Ohm yang digunakan adalah:
    V = I x R
    Tegangan = Arus listrik x tahanan

Dalam penentuan ukuran lampu penerangan yang tepat agar tahan lama kita membutuhkan aplikasi hukum ohm pada sepeda motor agar lampu yang kita pilih sesuai kebutuhan.