Inovasi Sistem Starter

Friday, February 24th, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Inovasi Sistem Starter Sepeda Motor

Pada  beberapa sepeda motor telah dilengkapi pengaman (safety) bagi si pengendaranya, yaitu sistem starter tidak akan hidup jika tidak sesuai kondisi atau syarat yang telah ditetapkan. Misalnya, sistem starter tidak akan hidup jika rem depan atau rem belakang tidak ditekan. Sistem ini biasanya ditemukan pada sepeda motor jenis scooter (misalnya Yamaha Nouvo) yang menggunakan transmisi otomatis. Contoh pengaman lainnya adalah sistem starter tidak akan hidup jika gigi transmisi masuk (tidak posisi netral) atau kopling tidak ditarik/ditekan. Ada juga sepeda motor yang akan memutuskan aliran arus pada sistem pengapian jika sidestand (standar samping) masih kondisi digunakan/diturunkan, sementara sepeda motor tersebut akan dijalankan oleh pengendaranya.  Rangkaian sistem starter terhubung dengan posisi sidestand dan rangkaian posisi gigi dan unit CDI pengapian.

a. Sistem Pengaman pada Scooter

Sistem pengaman pada scooter dirancang untuk mencegah scooter jalan sendiri bila pengendara memutar gas saat akan menghidupkan (men-start) mesin. Dengan sistem pengaman ini, sistem starter hanya bisa dihidupkan jika pengendara menekan rem depan dan/atau rem belakang. Gambar 1. di bawah ini memperlihatkan rangkaian sistem starter pada scooter yang dilengkapi dengan pengaman.

Cara Kerja Sistem Starter yang Menggunakan Sistem Pengaman Pada Scooter

Jika rem depan maupun rem belakang ditekan, maka saklar rem depan/belakang (front/rear stop switch) akan menghubungkan kumparan relay starter dengan saklar utama (main switch).

Inovasi Sistem Starter Sepeda Motor Scooter,inovasi sistem starter,inovasi sistem stater,sistem pengaman starter,sistem pengaman pada sistem starter,sistem pengaman pada scooter,sistem pengaman sepeda motor,sistem pengaman pada sepeda motor,sistem keamanan sepeda motor,rangkaian sistem pengaman sepeda motor,sistem pengaman sidestand,sistem pengaman standar samping

Gambar 1. Rangkaian sistem starter scooter matic

Akibat adanya aliran arus pada kumparan relay starter, maka dalam relay starter akan timbul kemagnetan yang akan menarik plat kontaknya. Selanjutnya arus yang besar langsung mengalir dari baterai menuju motor starter dan motor starter berputar.

b. Sistem Pengaman Sepeda Motor (Selain Scooter)

Rangkaian sistem pengaman pada gambar di bawah ini dirancang untuk mencegah sepeda motor jalan sendiri saat pengendara secara tidak sengaja/tidak tahu menekan starter switch sementara posisi kopling tidak ditekan/ditarik atau posisi gigi transimisi sedang tidak dalam kondisi netral.

Rangkaian sistem starter yang dilengkapi pengaman

Gambar 2. Rangkaian sistem starter yang dilengkapi pengaman

Cara Kerja Sistem Starter yang Menggunakan Sistem Pengaman Pada Sepda Motor Selain Scooter

Berdasarkan gambar 2. di atas, terlihat bahwa kumparan relay starter tidak akan mendapat arus jika posisi gigi transmisi tidak netral atau kopling (clutch) tidak sedang ditekan/ditarik. Pada posisi tersebut, saklar netral (neutral switch) maupun saklar kopling (clutch switch) tidak akan menghubungkan rangkaian relay pengaman (safety relay) ke massa. Akibatnya  safety relay tetap dalam kondisi tidak hidup (OFF) sehingga starter relay juga tidak akan hidup walaupun starter switch ditekan. Dengan demikian, motor starter tidak akan bisa berputar. Aliran arus dari baterai menuju motor starter akan terjadi jika posisi gigi transmisi sedang netral. Skema aliran arusnya seperti digambarkan oleh tanda panah yang terlihat pada gambar 3 di bawah ini:

Aliran arus listrik menuju motor starter saat gigi transmisi netral

Ga,mbar 3. Aliran arus listrik menuju motor starter saat gigi transmisi netral

Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya berdasarkan gambar 3 di atas adalah sebagai berikut:

Baterai , main switch , safety relay ,neutral switch , massa.
Baterai , main switch , safety relay , starter relay , starter switch , massa.
Baterai , plat kontak starter relay , motor starter , massa
(sehingga motor starter berputar).

Aliran arus dari baterai menuju motor starter juga akan terjadi jika posisi kopling sedang ditekan. Skema aliran arusnya seperti digambarkan oleh tanda panah yang terlihat pada gambar 4 di bawah ini:

Aliran arus listrik menuju motor starter saat kopling ditekan

Gambar 4. Aliran arus listrik menuju motor starter saat kopling ditekan

Baterai , main switch , safety relay ,clutch switch , massa.
Baterai , main switch , safety relay , starter relay , starter switch , massa.
Baterai , plat kontak starter relay , motor starter , massa
(sehingga motor starter berputar).

c. Sistem Switch Sidestand (Standar Samping)

Sistem pengaman dengan sistem switch sidestand adalah sistem yang digunakan pada sepeda motor yang menggunakan kombinasi tiga sistem, yaitu sistem starter, sidestand, dan sistem pengapian. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan agar posisi sidestand sudah benar-benar diangkat/dikembalikan ke posisinya (tidak digunakan untuk posisi menyandarkan sepeda motor) sebelum motor dihidupkan/dijalankan. Ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan sistem pengaman ini, yaitu:

  1. Jika posisi sidestand sedang diturunkan/digunakan untuk menyandarkan sepeda motor, motor starter tidak akan bisa dihidupkan saat pengendara menekan starter switch.
    Kalaupun pengendara mencoba menghidupkan dengan kick starter (bukan sistem starter listrik), sistem pengapian tidak akan hidup kecuali posisi gigi transmisi netral.
  2. Sistem pengapian akan hidup jika posisi transmisi netral atau posisi transmisi selain netral tapi kopling ditekan.
  3. Jika sidestand dicoba diturunkan kembali setelah mesin hidup, pengapian akan mati (off) dan mesin akan mati sesaat ketika koplingnya ditarik dan gigi transmisi diganti dari posisi netral.

Inovasi sistem starter dilakukan sebagai bentuk proteksi sistem starter listrik pada sepeda motor.