Kabel Busi Sepeda Motor

Monday, August 27th, 2018 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Konstruksi Kabel Busi

Kabel busi merupakan penghantar tegangan tinggi yang tidak boleh ada rugi/kehilangan tegangan. Maka kabel busi dikonstruksi dengan kawat tembaga dan dilapis dengan perak untuk mencegah terjadi korosi. Sedangakan bagian luar dibungkus dengan bahan silicon. (Lihat gambar 1).

Konstruksi Kabel Busi

Gambar 1. Konstruksi Kabel Busi

Syarat Kabel Busi

Kabel busi harus dapat menyalurkan tegangan sampai dengan 40.000 volt dan harus memiliki daya isolasi yang tinggi agar tegangan tidak dapat meloncat keluar ke bodi mesin atau kendaraan yang akan dapat mengakibatkan gagalnya pembakaran. Karena adanya aliran listrik terjadilah medan elektromagnet pada kabel busi, medan elektromagnetis tersebut akan mengakibatkan kerusakan percikan bunga api pada ujung elektroda busi berupa menurunnya puncak pembakaran.

Grafik Tegangan Pada Kabel Busi Saat Terjadi Percikan

Gambar. 2 Tegangan jarum pada saat percikan turun

Medan elekromagnet yang besar akan menyebabkan gangguan / interferensi pada radio, ECU, ABS dan lainnya. Ini harus diatasi dengan memasang tahanan listrik agar tegangan puncak menurun dan dirubah dalam bentuk energi lain. Tahanan tersebut dinamakan tahanan anti storing/gangguan yang biasanya ditempatkan pada steker busi atau busi, karena gangguan yang terjadi ditimbulkan dari dimana percikan terjadi. Pada kabel busi untuk mobil terjadi pulsa medan magnet, oleh karena itu semua kabel busi mobil dipasang tahanan induktif untuk mencegah gangguan medan magnet berupa tegangan jarum.

Steker Busi

Steker busi adalah penghubung antara kabel busi dan busi dan harus mampu mengalirkan arus mulai dari koil sampai dengan busi dengan baik. Rumah steker terbuat dari ebonitĀ  dan karet khusus yang dipasang pada ujungnya untuk mencegah udara lembab masuk atau air ke dalam steker yang dapat mengakibatkan gangguan pengapian/kerugian tegangan.

Tuntutan steker busi :

  • Mampu menerima tegangan sampai dengan 40.000 volt.
  • Tahan terhadap temperatur tinggi
  • Memungkinkan kedap terhadap air
  • Tahan korosi
  • Tahan vibrasi/getaran.

Tahanan pada steker busi (anti storing ) berfungsi menyerap gangguan frekuensi pada semua luasan frekuensi.

Steker busi

Gambar 3. Steker busi

Steker busi yang terintegrasi dengan koil dan transistor penguat akhir (Gambar 4) dimaksudkan agar beban thermis dari pemutusan dan penghubungan arus primer oleh control unit pengatur pengapian berkurang.

Steker busi yang terintegrasi dengan koil dan transistor penguat akhir

Gambar 4. Steker busi, koil dan transistor penguat terintegrasi

Kemampuan pengapian dipengaruhi oleh semua komponen-komponen CDI mulai dari sumber tegangan, koil pengapian, kabel busi hingga busi.