Pemajuan Waktu Pengapian

Sunday, May 14th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Tujuan Pemajuan Waktu Pengapian

Konstruksi Advand Centrifugal dibuat sampai dengan 1970. Pada sistem pengapian konvensional yang masih menggunakan kontak pemutus terdapat komponen yang berfungsi untuk memajukan saat pengapian pada saat putaran berubah.

Mengapa saat pengapian perlu dimajukan seiring dengan kenaikan putaran mesin? ini disebabkan karena waktu bakar mulai dari busi meloncatkan bunga api  (beberapa derajad sebelum TMA) sampai dengan bahan bakar terbakar sempurna (beberapa derajad sesudah  TMA) diperlukan waktu 1 ms (milli detik) sehingga jika putaran semakin tinggi maka waktu tempuh tetap maka jarak pengapian harus dirubah menjadi lebih maju sehingga didapatkan tekanan dan temperatur pembakaran maksimal tetap berada beberapa derajat sesudah TMA.

Konstruksi Advand Centrifugal

Gambar 1. Konstruksi Advand Centrifugal

Pada saat putaran masih rendah saat pengapian masih berada disekitar 10 sampai dengan 15° poros engkol sebelum piston mencapai TMA. Agar tekananan dan temperatur maksimal berada dekat sesudah TMA. Sehingga bahan bakar terbakar sempurna.Kondisi advand Centrifugal masih belum pada posisi memajukan (gambar a)

Pada saat  putaran motor ditambah sampai dengan putaran tertentu maka pegas advand centrifugan mampu tertarik oleh bobotnya (gambar b) yang akan mengakibatkan poros Kam pengapian bergeser  beberapa derajad melawan arah putaran magnet.dan terjadilah pengajuan saat pengapian.

Bila putaran motor bertambah sedangkan saat pengapian tidak dimajukan maka yang terjadi adalah kelambatan waktu pembakaran (karena waktu yang tersedia tetap sedangkan putaran makin cepat ) yang akan mengakibatkan sebagian bahan bakar tidak terbakar sempurna dan tenaga mesin berkurang ruang bakar menjadi panas berlebihan,Jadi dapat disimpulkan bahwa saat pengapian perlu dimajukan berdasarkan perubahan putaran mesin dengan tujuan agar tekanan dan temperatur maksimal tetap berada dekat sesudah TMA (lihat gambar 2 )

Grafik saat pengapian dan tekanan ruang bakar,pemajuan waktu pengapian,waktu pengapian,waktu pengapian motor,waktu pengapian motor injeksi,waktu pengapian mobil,waktu pengapian motor 2 tak,waktu pengapian sepeda motor,waktu pengapian honda grand,waktu pengapian vespa,waktu pengapian yang pas,waktu pengapian motor balap,waktu pengapian pada motor,waktu pengapian yang tepat,waktu pengapian cdi,waktu pengapian honda tiger,penyetelan waktu pengapian,memundurkan waktu pengapian,mengatur waktu pengapian,memajukan waktu pengapian mobil,cara menyetel waktu pengapian,cara mengukur waktu pengapian,cara memajukan waktu pengapian motor

Gambar 2. Grafik saat pengapian dan tekanan ruang bakar

Pada sistim CDI, pengajuan waktu pengapian tidak dilakukan oleh  mekanis advancer seperti halnya pada sistim platina, tetapi oleh proses pengaturan secara elektronik.proses pengaturan secara elektronik

Rangkaian (sirkuit) triger terdiri dari sirkuit pembangkit WAVE (gelombang) – A dan WAVE (gelombang) – B, yang merubah output dari pulse generator menjadi WAVE – A dan WAVE-B, serta sebuah rangkaian /sirkuit penentu waktu pengapian.

Gelombang B merupakan gelombang yng dihasilkan dari ketika generator pulsa membangkitkan tegangan positif pada massanya (ingat pembangkit arus bolak balik).

Paduan dari pembentukan gelombang tersebut diterjemahkan oleh rangkaian tegangan  komparator  A dan B dan jadilah perubahan waktu pengaktifan SCR atau terjadi pengajuan saat pengapian bila putaran naik, karena bentuk gelombang A selalu tetap bila putaran berubah sedangkan gelombang B berubah jika putaran berubah.

Pada sistem pengapian CDI proses pemajuan waktu pengapian dilakukan secara elektronik oleh CDI.