Pemeriksaan Pengapian Sepeda Motor CDI AC

Thursday, January 5th, 2017 - Kelistrikan, Perawatan/Perbaikan, Sepeda Motor

Cara pemeriksaan pengapian sepeda motor dengan CDI AC dapat kita lakukan sendiri. Sebelum melakukan pemeriksaan komponen pada sistem pengapian perlu pemahaman rangkaian/wiring diagram sistem yang akan diperiksa. Berikut gambar wiring diagram sistem pengapian sepeda motor merk Honda type SupraX (CDI AC ).

Tata Cara Pemeriksaan Pengapian Sepeda Motor Dengan CDI AC

Wiring Diagram Pemeriksaan Pengapian Sepeda Motor CDI AC,pemeriksaan pengapian sepeda motor dengan CDI AC,pemeriksaan pengapian CDI AC,pemeriksaan pengapian sepeda motor,pemeriksaan sistem pengapian sepeda motor,pengapian motor cdi ac

Gambar 1. Wiring Diagram Sistem Pengapian Sepeda Motor CDI AC

Pemeriksaan Tegangan Puncak pada Koil

Hubungkan alat ukur seperti pada gambar dibawah ini ukur tegangan yang masuk ke koil dengan menggunakan alat khusus berupa adaptor pembaca tegangan. Bila tidak ada adaptor maka dengan menggunakan volt meter biasa ukurlah tegangan yang keluar dari CDI tanpa menghubungkan koil. Start mesin dan baca tegangan puncak yang keluar, tegangan puncak, minimum 100 volt.bila kurang dari 100volt gantilah spull/kumparan pembangkit pengapian dengan yang baru.

Pemeriksaan Tegangan Puncak pada Koil

Gambar 2. Pemeriksaan Tegangan Puncak pada Koil

Pemeriksaan Tegangan Pulser

Tegangan yang dihasilkan oleh kumparan pulser dapat diperiksa dengan cara melepas konektor CDI dan diukur pada ujung kabel berwarna Biru/kuning terhadap hijau. Karena generator hanya menghasilkan tegangan AC kurang dari 1 Volt maka pergunakanlah volt meber AC dengan skala kecil. Start mesin dan ukur hasilnya kurang lebih hanya 0,7 volt. Jika tidak keluar tegangan maka gantilah pulser dengan yang baru.(lihat terminal yang diukur pada gambar dibawah ini ).

Pemeriksaan Tegangan Pulser

Gambar 3. Pemeriksaan Tegangan Pulser

Pemeriksaan Tegangan Kumparan Pembangkit

Masih dalam kondisi soket CDI terlepas ukurlah tegangan yang keluar dari terminal pembangkit pada ujung kabel berwarna Hitam/merah terhadap Hijau. Start mesin dan baca tegangan kumparan pembangkit minimal harus 100 volt Ac. Bila hasil pengukuran tidak sesuai dengan spesifikasi maka gantilah dengan kumparan baru.

Pemeriksaan Tegangan Kumparan Pembangkit

Gambar 4. Pemeriksaan Tegangan Kumparan Pembangkit

Pemeriksaan Koil Pengapian

Lepaskan steker busi dari busi,lepas konektor antara CDI dan koil (konektor primer) seperti gambar dibawah.Ukur tahanan antara kumparan primer koil pengapian terhadap masa, standar tahanan kumparan 0,5 Ohm sampai dengan 0,6 Ohm, bila hasil pengukuran diluar standar maka koil tersebut sudah waktunya ganti.

Pemeriksaan Koil Pengapian

Gambar 5. Pemeriksaan Koil Pengapian

Pemeriksaan tahanan kumparan sekunder, ukur tahanan antara ujung kumpararan sekunder melalui ujung kabel busi dengan melepas steker busiĀ  denganĀ  massa (lihat gambar dibawah) ukuran standard 7,8 K Ohm sampai dengan 8,2 K Ohm, bila ukuran yang didapat diluar standar maka ganti koil dengan yang baru.

Pemeriksaan Tahanan Kumparan Pembangkit Pulsa/Pulser

Pemeriksaan tahanan kumparan pembangkit pulsa dengan cara melepaskan soket /steker keluaran dari generator pembangkit pulsa.Ukur tahanan antara kabel berwarna Biru/kuning terhadap hijau, ukuran standar 180 Ohm sampai dengan 280 Ohm. Bila hasil pengukuran diluar standar maka ganti kumparan pembangkit pulsa dengan yang baru.

Pemeriksaan Tahanan Kumparan Pembangkit Pulsa

Gambar 6. Pemeriksaan Tahanan Kumparan Pembangkit Pulsa

Pemeriksaan Kumparan Pembangkit Pengapian

Lepas konektor pembangkit (seperti gambar dibawah) ukur tahanan antara ujung konektor/kabel berwarna Hitam/merah dan massa,ukuran standar 100 Ohm sampai 400 Ohm,

Pemeriksaan Kumparan Pembangkit Pengapian

Gambar 7. Pemeriksaan Kumparan Pembangkit Pengapian

Pemeriksaan CDI AC

Cara Pemeriksaan CDI AC

Gambar 8. Cara Pemeriksaan CDI AC

Lepaskan konektor 6 pin pada unit CDI ukur hubungan atau nilai tahanan diantara terminal-terminal soket dengan mengikuti tabel pemeriksaan dibawah ini.

Pemeriksaan CDI AC

Tabel 1. Pemeriksaan CDI AC

Pemeriksaan Pengajuan /Advand Pengapian

Pemeriksaan saat pengapian dapat dilakukan melalui lubang yang ada di penutup magnet dengan cara membuka penutup plastik dan perhatikan tanda garis yang ada didalamnya. Lihat gambar dibawah ini.

Pemeriksaan Pengajuan/Advand Pengapian

Gambar 9. Pemeriksaan Pengajuan /Advand Pengapian

Pasang Timing light dan melalui lubang pengintip lihat tanda garis pada magnet yang sedang berputar. Bila putaran mesin stasioner (1400 rpm) maka akan terlihat tanda F sejajar dengan garis yang berada di rumah generator/lubang pengintip. Bila tanda F pada magnet tidak sejajar dengan garis berarti Timing pengapian tidak tepat. Untuk merubah timing pengapian TIDAK DIMUNGKINKAN karena ketepatan timing pengapian yang menentukan adalah perangkat CDI sendiri. Bila putaran mesin dinaikkan maka tanda tersebut akan bergeser maju / bergerak melawan arah gerakan magnet sampai beberapa derajat seiring dengan kenaikan putaran mesin. Bila hasil pemeriksaan Timing pengapian tidak sesuai dengan kondisi yang semestinya dalam arti : motor idling timing tidak pada F dan atau putaran ditambah saat pengapian tidak maju maka gantilah unit CDI dengan yang baru karena ada kemungkinan CDI masih dapat menghasilkan pengapian tetapi bagian Ignition Control Circuit sudah tidak dapat mengatur saat pengapian.

Pasang Timing light

Gambar 10. Cara Pasang Timing light

Setelah selesai memeriksa timing pengapian tutuplah kembali lubang pengintip/pemeriksa pengapian dan perhatikan bila pada lubang masih ada perapat berupa karet cincin O (lihat gambar dibawah)

Pemeriksaan Timing Pengapian

Gambar 12. Pemeriksaan Timing Pengapian

Dengan memahami tata cara pemeriksaan pengapian sepeda motor dengan CDI AC diatas kita dapat melakukan pemeriksaan pengapian motor dengan CDI AC sendiri dirumah.