Pemeriksaan Sistem Starter Listrik

Wednesday, January 25th, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Pemeriksaan Sistem Starter Listrik Sepeda Motor

Agar memperoleh diagnosis yang benar tentang gangguan yang terjadi pada system starter, maka perlu dilakukan langkah-langkah pemeriksaan, yaitu

1. Pemeriksaan Baterai,

  • Memeriksa jumlah cairan baterai. Permukaan cairan baterai harus berada di antara batas atas dan batas bawah. Apabila cairan baterai berkurang, tambahkan air suling sampai batas atas tinggi permukaan yang diperbolehkan.
  • Memeriksa  berat  jenis  cairan  baterai.  Berat  jenis  cairan elektrolit baterai dalam kondisi penuh adalah 1,285 Kg/l

2. Pemeriksaan Sikat/Brush Motor Starter

Pemeriksaan Sistem Starter Listrik Sepeda Motor,pemeriksaan sistem starter listrik,pemeriksaan starter motor,pemeriksaan sistem starter sepeda motor,pemeriksaan komponen pada motor starter,pemeriksaan dan perbaikan motor starter,pemeriksaan motor starter tanpa beban,pemeriksaan motor starter ppt,cara pemeriksaan motor starter,pemeriksaan komponen motor starter,pemeriksaan pada motor starter,langkah pemeriksaan motor starter,prosedur pemeriksaan motor starter,pemeriksaan solenoid motor starter,cara pemeriksaan motor starter konvensional,5 pemeriksaan motor starter,pemeriksaan motor starter sepeda motor,jelaskan cara pemeriksaan motor starter,pemeriksaan dan pengukuran motor starter,pemeriksaan pada armature motor starter,pemeriksaan armature motor starter

Gambar 1. Sikat Arang (Brush)

Panjang sikat / brush (batas servis : 4 mm)

3. Pemeriksaan Komutator Motor Starter

Periksa Lempengan komutator terhadap adanya perubahan warna, jika terdapat perubahan warna secara berpasangan berarti terdapat kumparan armature yang terhubung singkat (motor starter harus diganti baru).

Catatan : Jangan menggunakan amplas untuk membersihkan komutator.

  • Periksa kontinuitas diantara pasangan lempengan komutator (harus ada kontinuitas).

    Pemeriksaan Komutator Motor Starter

    Gambar 2. Pemeriksaan kontinuitas diantara pasangan lempengan komutator

  • Periksa kontinuitas antara lempengan komutator dan poros armature (tidak boleh ada kontinuitas)

    Kontinuitas antara lempengan komutator dan poros armature

    Gambar 3. Pemeriksaan kontinuitas antara lempengan komutator dan poros armature

4. Pemeriksaan Terminal Motor Starter

Periksa kontinuitas antara terminal kabel dan pemegang/penahan sikat dan juga terminal kabel dan ujung sikat.

Pemeriksaan Terminal Motor Starter

Gambar 3. Pemeriksaan Sikat Arang Dan Rumahnya

Catatan : Terminal kabel dan penahan sikat tidak ada kontinuitas : normal
Terminal kabel dan ujung sikat ada kontinuitas : normal

5. Pemeriksaan Relay Starter (Magnetic Switch)

  • Menekan tombol starter pada saat kunci kontak posisi ON.
    Kumparan relay starter normal jika terdengar bunyi “Klik” dari dalam unit relay starter.
  • Apabila tidak ada bunyi “Klik”, lakukan pemeriksaan lanjut
  • Mengukur  tegangan  yang  keluar  dari  kumparan  relay starter, menuju ke tombol starter. Spesifikasi : Harus ada tegangan sekitar 12 V pada saat kunci Kontak posisi ON.
  • Apabila tidak ada tegangan, lepaskan relay starter dari rangkaian, kemudian periksa kontinuitas kumparan relay starter. Spesifikasi : Harus ada kontinuitas

    Pemeriksaan Relay Starter (Magnetic Switch)

    Gambar 4. Pemeriksaan Relay Starter (Magnetic Switch)

6. Pemeriksaan Kopling Starter

Pasang driven gear pada rumahnya, kemudian periksa dari kelancaran putaran pada satu arah dan pada arah yang berlawanan tidak berputar.

Kopling starter

Gambar 5. Kopling starter

Buka starter clutch dan periksa pada bagian-bagian :
Permukaan yang kontak dengan roler, Keausan pada gigi-gigi, Keausan pada roler, Perubahan bentuk pada per

Komponen kopkling starter

Gambar 6. Komponen kopkling starter

Dari uraian singkat diatas kami harap kita dapat melakukan pemeriksaan sistem starter listrik sepeda motor sendiri dirumah