Pengapian CDI / Pengapian Elektronik

Saturday, February 4th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) atau dikenal juga dengan istilah pengapian elektronik mulai diperkenalkan pada era 1980. Pada sistem pengapian CDI ini menggunakan beberapa komponen elektronik seperti Diode dan Thyristor (SCR).

Sistem Pengapian CDI Magnet

Sistem Pengapian CDI Magnet,Sistem Pengapian Magnet CDI

Gambar 1. Sistem Pengapian CDI Magnet

Prinsip Kerja Pengapian CDI

  • Tegangan yang dibangkitkan oleh kumparan pembangkit tegangan primer (exciter coil) disearahkan oleh diode penyearah dan disimpan dalam kapasitor.Prinsip Kerja Pengapian CDI Magnet
  • Sewaktu kumparan pulser membangkitkan tegangan yang mengalir ke thyristor lewat diode akan membuka thyristor.kumparan pulser membangkitkan tegangan
  • Thyristor membuka, maka dengan cepat arus mengalir dari kapasitor ke kumparan primer.
  • Dengan cepat pula medan magnet dibangkitkan dan tegangan tinggi dibangkitkan pada kumparan sekunder. tegangan tinggi dibangkitkan pada kumparan sekunder

Keuntungan Pengapian CDI / Pengapian Elektronik :

Efisiensi pengapian / daya pengapian lebih besar dibandingkan dengan menggunakan kontak pemutus.

Kerugian Pengapian CDI / Pengapian Elektronik :

Hanya cocok  untuk motor bervolume silinder kecil karena sifat dari kapasitor membuang muatan dengan cepat, sehingga waktu loncatan bunga api sangat singkat yaitu kurang lebih 0,2  milli detik (ms).

Sistem Pengapian CDI-AC

1. Pengapian CDI AC Menggunakan Pulser

Pengapian CDI AC Menggunakan Pulser,pengapian cdi,pengapian cdi dc,pengapian cdi vespa,pengapian cdi tanpa pulser,pengapian cdi ac dan dc,pengapian cdi adalah,pengapian cdi megapro,pengapian cdi honda,pengapian cdi racing,pengapian cdi kijang,pengapian cdi honda cb,pengapian cdi suzuki rc,pengapian cdi pada vespa,pengapian cdi kecil,pengapian cdi shogun,pengapian cdi mobil,pengapian cdi pada mobil,pengapian cdi grand,pengapian cdi ac,pengapian cdi brt,pengapian cdi rc,pengapian cdi alfa,merubah pengapian cdi ac ke dc,cara kerja pengapian cdi arus dc,prinsip kerja sistem pengapian cdi-ac,artikel pengapian cdi,sistem pengapian cdi ac,memperbesar pengapian cdi ac,sistem pengapian cdi ac sepeda motor,rangkaian pengapian cdi ac,komponen pengapian cdi ac,perbedaan pengapian cdi ac dan dc,skema pengapian cdi ac,sistem pengapian cdi ac dan dc,perbesar pengapian cdi ac,booster pengapian cdi ac,boster pengapian cdi ac,cara kerja pengapian cdi ac

Gambar 5. Pengapian CDI AC Menggunakan Pulser

Prinsip Kerja Pengapian CDI-AC Menggunakan Pulser :

  • magnet berputar → exciter coil ( spul ) mengeluarkan tegangan AC 100 s/d 400 volt.
  • Arus AC dirubah menjadi arus searah oleh diode → disimpan dalam capasitor → juga ke primer koil → ke massa → timbul medan magnet pada inti koil. Prinsip Kerja Pengapian CDI-AC Menggunakan Pulser
  • Pulser membangkitkan tegangan dialirkan ke Circuit trigger.
  • SCR mulai diaktifkan dengan memberikan arus pada Gate SCRPulser membangkitkan tegangan dialirkan ke Circuit trigger
  • Gate SCR terbuka → capasitor membuang muatannya ke massa.
  • Terjadi perubahan medan magnet pada koil  → pada kumparan sekunder terjadi tegangan tinggi yang dialirkan ke busi.CDI tidak aktif

Bila kunci kontak dimatikan (off) pada gambar terlihat kunci konkat terhubung ke massa akibatnya arus yang dibangkitkan generator langsung dibuang ke massa sehingga CDI tidak aktif.

2. Pengapian CDI  AC Tanpa Pulser

Pengapian CDI  AC Tanpa Pulser

Gambar 9. Pengapian CDI AC Tanpa Pulser

Prinsip Kerja Pengapian CDI AC Tanpa Pulser :

  • Magnet berputar → kumparan menghasilkan tegangan AC.
  • Arus AC mengalir searah dengan A ( + ) diubah menjadi arus searah oleh diode → disimpan dalam capasitor.
  • Juga mengalir ke primer koil → massa → timbul medan magnet pada inti koil.
  • Magnet berputar terus → arus mengalir searah B ( – ) melalui massa → ke Ignition Timing Control Circuit → menentukan saat pengapian dengan mengirim pulsa ke SCR.
  • Gate SCR membuka → capasitor membuang muatannya ke massa.
  • Terjadi perubahan medan magnet pada koil → pada kumparan sekunder terjadi tegangan tinggi yang dialirkan ke busi.

Sistem Pengapian CDI-DC

Sistem pengapian CDI – DC

Gambar 10. Sistem pengapian CDI – DC

Prinsip Kerja Sistem Pengapian CDI DC :

  • Arus dari baterai masuk transformer → diputus – hubung oleh switch circuit → untuk memperbesar tegangan dari baterai 12 Volt menjadi 200 Volt AC.
  • Tegangan tinggi dari transformer → disearahkan oleh diode → masuk ke SCR → SCR aktifkan ( on ) dan juga simpan dalam capasitor (C).
  • Arus dari capasitor juga mengalir ke primer koil → ke massa → timbul medan magnet pada inti koil.
  • Ketika pick-up melewati pulser → pulser mengeluarkan tegangan → masuk ke Ignition Timing Control Circuit → menentukan saat pengapian dengan mengirim pulsa ( arus ) ke SCR.
  • Gate SCR membuka → membuang muatan ke massa.
  • Terjadi perubahan medan magnet pada koil → kumparan sekunder terjadi tegangan tinggi yang dialirkan ke busi.

Sistem pengapian CDI menggunakan pemutus tegangan dengan komponen elektronik berupa thyristor SCR atau transistor. Oleh karena itu sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) dikenal dengan nama sistem pengapian elektronik.