Peredam Kejut / Peredam Getaran Sepeda Motor

Monday, January 2nd, 2017 - Chasis/Body, Sepeda Motor

Peredam kejut / peredam getaran sepeda motor merupakan bagian dari sistem suspensi yang digunakan pada sepeda motor. Peredam kejut/peredam getaran tersebut bekerja bersama pegas untuk membentuk sistem suspensi pada sepeda motor. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa suspensi terdiri dari pegas dan peredam getaran, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Konsep Penggunaan Peredam Kejut

Tanpa Peredam Kejut Atau Getaran

Jika sebuah suspensi tidak dilengkapi dengan peredam kejut maka laju kendaraan akan mengalami vibrasi (gelombang naik turun) jika melewati tonjolan di jalan seperti ilustrasi di bawah ini

Tanpa Peredam Kejut Atau Getaran

Gambar 1. Vibrasi kendaraan tanpa peredam kejut (getaran)

Garis diagram pada gambar diatas menjelaskan bahwa hanya dengan pegas saja tidak sanggup untuk menyerap goncangan akibat kondisi jalanan. Karena goncangan yang diterima pegas akan dikembalikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun. Dalam hal ini pengendara sepeda motor tidak nyaman dan berbahaya.

Dengan Peredam Kejut Atau Getaran

Namun jika suspensi dilengkapi dengan peredam getaran gelombang vibrasi kendaraan tidak terlalu banyak (lihat gambar 8) karena goncangan / bantingan yang di terima telah diserap untuk sebagian besar oleh peredam kejut sehingga pengendalian lebih stabil dan nyaman sehingga memberikan kenyamanan bagi pengendara.

Dengan Peredam Kejut Atau Getaran,peredam kejut motor,peredam kejut pada motor,sistem peredam kejut motor,cara kerja peredam kejut motor,sistem peredam kejut pada motor,modul peredam kejut sepeda motor,cara kerja sistem peredam kejut motor,harga peredam kejut motor,perawatan peredam kejut sepeda motor,fungsi peredam kejut sepeda motor,komponen peredam kejut sepeda motor,peredam getar motor,peredam getar mesin motor,peredam getaran stang motor,peredam getaran motor,peredam getar stang motor,peredam getaran mesin motor,peredam getaran pada motor

Gambar 2. Vibrasi kendaraan menggunakan peredam kejut

Fungsi Peredam Kejut Atau Getaran

Dari dua ilustrasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsi utama peredam kejut atau peredam getaran adalah untuk meredan getaran bodi sepeda motor,dengan cara  mengontrol gerakan balik dari pegas suspensi. sehingga dapat memlihara kenyamanan pada pengendaraan.

Prinsip Kerja Peredam Kejut

Gerakan peredaman pada system suspensi adalah diperoleh dari gerakan piston dan aliran oli pada tabung suspensi, jika suatu piston yang ada aliran olinya atau piston yang bergerak ke atas dan kebawah dan didalamnya ada seal cylinder, oli harus mengalir melalui lintasan oli dalam piston, tetapi mengalirnya tertahan oleh aliran oli.

Jika shock absorber ini tertekan oli mengalir melalui lintasan oli yang besar dan jika tertarik oli mengalir melalui lintasan yang kecil. Oleh karena itu, jika shock absorber tertekan akan berjalan cepat, tapi jika tertarik akan berjalan lambat. Seperti gambar di bawah ini.

Efek peredaman dengan lubang yang berbeda

Gambar 3. Efek peredaman dengan lubang yang berbeda

Seperti terlihat pada gambar 3 dengan kecepatan gerak piston yang sama tetapi lubang aliran oli berbeda akan memberikan efek peredaman berbeda pula, gambar 3a (mempunyai lubang besar) akan mempunyai efek peredaman yang kecil dibanding dengan gambar 3b (mempunyai lubang kecil). Namun demikian efek peredaman juga akan berbeda jika kecepatan piston tidak sama meskipun besarnya lubang aliran oli sama, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Efek peredaman dengan kecepatan piston yang berbeda

Gambar 4. Efek peredaman dengan kecepatan piston yang berbeda

Seperti gambar 4 diatas pada kecepatan piston yang lambat akan memberikan efek peredaman yang lebih kecil dibanding piston berkecepatan  lebih tinggi.

Dengan demikian, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya peredaman adalah:

  • Viskositas minyak
  • Luas penampang lubang aliran oli
  • Kecepatan aliran oli

Prinsip kerja Sistem Suspensi Depan (Peredam Kejut Telescopic)

Langkah tekan teleskopik

Gambar 5. Langkah tekan teleskopik

Langkah tekan :

Langkah kembali atau tarik

Gambar 6. Langkah kembali atau tarik

Pada saat pipa gatpu bergerak secara telescop pada gerakan menekan (langkah kompresi), oli pada ruangan B mengalir melalui lubang orifice pada pipa garpu menuju ruangan C, sementara oli di dalam ruangan B juga menekan rebound valve dan kembali ke atas menuju ruangan A. Tahana dari oli yang mengalit inilah yang akan meredam gerakan kejut pada saat gerakan menekan.

Langkah tarik :

Pada langkah tarik, oli dalam ruangan A mengalir menuju ruangan C, melalui lubang orifice yang berada pada begian atas fork piston, dari proses tersebut akan di hasilkan tahanan yang berfungsi sebagai damping force (tenaga redam) sebagai pengontrol gerak naiknya pegas.

Catatan :
Jumlah oli peredam kejut yang kurang, dapat mengakibatkan timbulnya suara hentakan  ketika garpu mencapai akhir dari penekanan atau akhir dari pengembangan

Prinsip Kerja Suspensi Belakang

Secara prinsip suspensi belakang sama dengan suspensi depan yaitu menggunakan piston dan oli sebagai perangkat peredam getaran seperti terlihat pada ilustrasi di bawah ini

Langkah tekan kompresi

Gambar 7. Langkah tekan / kompresi

Pada saat terjadi kompresi maka piston bergerak turun (langkah tekan) oli di ruang 1 berpindah ke ruang 2 melalui saluran A, saluran B, saluran C, saluran D dan saluran E, karena lubang saluran yang dilalui oli banyak maka seolah olah oli melewati lubang besar sehingga tahanan oli yang berpindah kecil.

Langkah Kembali tarik

Gambar 8. Langkah Kembali / tarik

Pada saat tekanan kompresi sudah tidak ada terjadi tekanan kembali karena adanya tekan pegas, maka piston bergerak kebawah 0li dari ruang 2 hanya mengalir melaui lubang orifice E, saluran D dan saluran A, aliran oli tertahan dengan lambat, oleh karena oli berpindah melalui lubang kecil sehingga tahanan oli yang berpindah besar, maka terjadi damping. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada peredam kejut langkah tarik lebih kuat dari pada langkah tekan.