Regulator Rectifier Sepeda Motor

Thursday, February 2nd, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Regulator Rectifier (Satu Phase)

Pada umumnya sepeda motor saat sekarang dilengkapi penstabil tegangan baik untuk system pengisian maupun system penerangan yang disebut dengan regulator rectifier.

Rangkaian Regulator Rectifier (Satu Phase),regulator rectifier sepeda motor,fungsi regulator rectifier,fungsi regulator rectifier pada sistem pengisian,fungsi regulator rectifier sepeda motor,fungsi dari regulator rectifier,fungsi dari regulator rectifier yaitu,apa fungsi regulator rectifier,cara kerja regulator rectifier,prinsip kerja regulator rectifier

Gambar 1. Rangkaian Regulator Rectifier (Satu Phase)

Cara kerja sistem pengisian dengan menggunakan Regulator Rectifier  ( gambar 2 ).

Pada saat tegangan baterai masih rendah maka arus yang keluar dari generator mengalir melalui diode dan disearahkan menuju baterai sehingga tegangan baterai naik melebihi 12 V, bila tegangan baterai sudah mencapai 14,5 V maka diode Zener mulai membuka dan mengaktifkan transistor sehingga SCR membuka dan memotong gelombang pembangkitan ketika polaritas ground menjadi positif, maka terjadilah penurunan tegangan baik yang keluar dari kumparan pengisian maupun kumparan penerangan.Bila tegangan pengisian sedikit turun kurang dari 14,5 V maka SCR akan menutup lagi dan tidak dapat mengalirkan lagi,sehingga tegangan pengisian naik lagi, dan begitulah kejadiannya berulang ulang sehingga tegangan pengisian dan tegangan pada sistem penerangan menjadi konstan pada tegangan 14,5 Volt.

Regulator Pengisian (Tiga Phase)

Pada sepeda motor berkapasitas mesin besar mulai 200 cc biasanya  dilengkapi dengan sistem pengisian tiga phase agar sistem pengisian terjamin pada setiap kondisi putaran mesin karena sepeda motor tersebut menggunakan baterai dengan kapasitas yang lebih besar juga.

Rangkaian pengisian 3 phase dengan magnet permanen.

Rangkaian pengisian 3 Phase dengan magnet permanen

Gambar 2. Rangkaian pengisian 3 Phase dengan magnet permanen

Keterangan :
AC – B = Kumparan pembangkit B
AC – C = Kumparan pembangkit C
Batt      = Terminal arus keluar (DC) menuju baterai
C           = Terminal informasi tegangan dari sumber DC (baterai)

Cara Kerja Rangkaian Regulator Pengisian (Tiga Phase)

Pada saat medan magnet memotong kumparan diantara kumparan A dan B maka terjadilah pembangkitan pada Ujung kumparan A maksimum Positif sedangkan ujung kumparan B maksimum negative, maka terjadilah pengaliran arus melalui diode yang menyearahkan tegangan dari kumparan A menuju Baterai + dan arus terus mengalir kembali melalui B-menuju SCR yang terhubung dengan kumparan B.

Pada saat yang bersamaan ada juga tegangan yang dimonitor oleh regulator rectifier pada terminal C.dimana terminal C dihubungkan langsung ke Baterai atau melalui kunci kontak. Bila tegangan terbaca masih rendah maka SCR membuka penuh dan Arus mengalir maksimum kembali ke kumparan yang sedang membangkitkan (A). Bila tegangan sudah tinggi (14,5 Volt) maka regulator rectifier akan mematikan SCR dengan cara tidak mengaktifkan SCR ,maka pada saat itu tidak terjadi pengembalian arus (pengisian dihentikan) karena arus tidak dapat mengalir menuju sumbernya (kumparan A). Bila tidak ada pengisian maka dalam waktu yang singkat regulator akan segera mengaktifkan SCR lagi dan begitu seterusnya serta hal tersebut terjadi sangat singkat sehingga tegangan yang dihasilkan stabil pada 14,5 Volt.

Regulator Short Circuit (Kumparan Tunggal)

Regulator Rectifier Kumparan tunggal

Gambar 3. Regulator Rectifier Kumparan tunggal

Sepeda motor yang mengaplikasi generator tunggal mempunyai ciri khusus yaitu kabel yang keluar dari generator hanya ada 2 kabel. Kabel tersebut salah satunya dihubungkan langsung ke Regulator untuk mengisi baterai dan dihubungkan parallel menuju sistem penerangan(L).

Prinsip Kerja Regulator Rectifier Short Circuit

Sumber tegangan untuk sistem pengisian dan Lampu penerangan hanya dari satu kumparan saja. Bila tegangan yang dihasilkan oleh generator masih rendah maka arus hanya akan mengalir melalui diode untuk mengisi baterai,sedangkan SCR belum aktif (membuka). Bila tegangan setelah diode (baterai) sudah mencapai 14,5 volt maka diode Zener akan membuka dan SCR akan membuang arus yang dihasilkan generator menuju massa (arus di short ), akibatnya tegangan akan turun ,bila tegangan turun maka diode Zener akan off begitu juga dengan SCR akan off maka arus akan mengalir kembali menuju diode dan ke baterai.Demikian seterusnya sehingga tegangan yang keluar ke baterai dan menuju lampu dapat diatur hanya sampai dengaan 14,5 Volt.

Sifat-sifat Dari Regulator Rectifier

  • Bila putaran mesin rendah (± 2500 rpm) sudah terjadi pengisian pada baterai.
  • Bila putaran lebih tinggi ( 5000-8000 rpm) tegangan pengisian tidak dapat naik lagi melebihi 14,5 volt.
  • Tegangan yang dibangkitkan untuk sistem penerangan tidak akan melebihi 14,5 volt

Akibatnya:

  • Baterai menjadi awet
  • Lampu-lampu menjadi awet
  • Bila kumparan pengisian tidak dipasang regulator → tegangan regulasi tidak ada

Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen.

Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen

Gambar 4. Regulator short circuit 3 phase dengan magnet permanen

Cara kerja rangkaian :

Bila tegangan pengisian sudah mencapai 14,5 Volt maka SCR 1, SCR 2, SCR 3, akan terbuka dan membuang arus ke massa sehingga tegangan yang dibangkitkan generator turun, bila tegangan generator turun kurang dari 14,5 Volt maka SCR akan Off sehingga semua arus dialirkan seluruhnya menuju baterai akibatnya tegangan baterai akan naik lagi sampai pada tegangan 14,5 Volt kejadian yang sama terulang kembali yaitu SCR menghubungsingkatkan arus dari generator. Sehingga tegangan yang dihasilkan regulator rectifier tidak akan melebihi 14,5 Volt.