Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan

Tuesday, February 21st, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan (Instrumentation and Warning System)

Yang dimaksud dengan instrumentasi adalah perlengkapan sepeda motor berupa alat ukur yang memberikan informasi kepada pengendara tentang keadaan sepeda motor tersebut. Sistem instrumentasi pada sepeda motor tidak sama jumlahnya, mulai dari sepeda motor dengan instrumentasi sederhana sampai sepeda motor yang dilengkapi dengan instrumen yang banyak. Sistem instrumentasi yang lengkap antara lain terdiri dari; speedometer (pengukur kecepatan kendaraan), tachometer (pengukur putaran mesin),  ammeter (pengukur arus listrik), voltmeter (pengukur tegangan listrik), clock (jam), fuel and temperature gauges (pengukur suhu dan bahan bakar), oil pressure gauge (pengkur tekanan oli) dan sebagainya.

Sama halnya dengan sistem instrumentasi, sistem tanda peringatan (warning system) pada sepeda motor juga tidak sama jumlahnya. Kebanyakan model sepeda motor generasi sekarang, lampu-lampu tanda peringatan disusun dan dipasangkan pada suatu tampilan (display) lengkap yang akan menampilkan status/keadaan dan kondisi umum dari mesin. Pada beberapa model, instrumentasi di dihubungkan dengan central control unit (unit pengontrol) yang akan memonitor seluruh aspek dari mesin dan fungsi sistem kelistrikan saat mesin dijalankan. Informasinya diperoleh dari berbagai swicth (saklar) dan sensor. Jika dalam sistem muncul kesalahan (terdapat masalah) akan ditampilkan dalam bentuk warning light (lampu tanda peringatan) atau dalam panel LCD (liquid crystal display) bagi beberapa model sepeda motor.

Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan (Instrumentation and Warning System),sistem instrumentasi dan tanda peringatan,sistem instrumentasi motor,instrumentation and warning system,speedometer,lampu indicator gigi persneling,saklar lampu rem,meter bahan bakar

Gambar 1. Contoh tampilan (display) instrument tanda pada sepedamotor

Bagian Sistem Instrumentasi dan Tanda Peringatan Sepeda Motor

1. Speedometer

Speedometer adalah alat untuk memberikan informasi kepada pengendara tentang kecepatan kendaraan (sepeda motor). Speedometer pada sepeda motor ada yang digerakkan secara mekanik, yaitu kawat baja (kabel speedometer) dan secara elektronik. Speedometer yang digerakkan oleh kabel biasanya dihubungkan ke gigi penggerak pada roda depan, tetapi ada juga yang dihubungkan ke output shaft (poros output) transmisi/persneling untuk mendapatkan putarannya.

2. Lampu indicator gigi persneling

Pada tampilan pada panel instrument sepedamotor juga dilengkapi dengan lampu indicator gigi persneling dari gigi nol (netral) sampai gigi tertinggi. Namum yang perlu dicermati adalah Neutral Switch (Saklar Netral) yaitu saklar yang menunjukkan gigi transmisi posisi sedang netral hal ini penting dimunculkan karena terkait dengan keamanan pengendara ketika akan memulai (starter) menghidupkan mesin kendaraan. Sehingga kendaran tidak meloncat saat mesin akan dihidupkan (baik menggunakan motor listrik maupun menggunakan engkol kaki (kick starter) Umumnya posisi neutral switch berada di rumah transmisi dan dihubungkan dengan (poros mekanisme pemindah gigi yang disebut sift drum. Pada saat gigi transmisi netral,  kontak pada saklar akan terhubung dengan massa, sehingga mengakibatkan lampu netral menyala. Pada sepeda motor yang dilengkapi sistem pengaman, neutral switch juga digunakan untuk mencegah  sistem starter tidak bisa dihidupkan jika posisi transmisi sedang masuk gigi.

Rangkaian neutral, clutch, dan sidestand switch

Gambar 2. Rangkaian neutral, clutch, dan sidestand switch

Berdasarkan gambar 24 di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa rangkaian starter relay pada sistem starter baru bisa dihubungkan ke massa jika clutch switch dan kickdown switch posisi menutup atau neutral switch saja yang menutup. Clucth switch menutup jika kopling sedang ditarik, sidestand switch menutup jika posisi sidestand sedang dinaikkan (tidak sedang dipakai untuk menyandarkan sepdea motor).  Sedangkan neutral swicth menutup kalau posisi gigi transmisi sedang netral (transmisi tidak masuk gigi).

3.  Brake light switch  (saklar lampu rem)

Fungsi brake light switch adalah untuk menghidupkan lampu rem ketika rem depan atau rem belakang sedang digunakan. Saklar rem depan biasanya tipe pressure switch (saklar tekanan) yang digerakkan oleh sistem hidrolik rem depan. Sedangkan saklar rem belakang biasanya tipe plunger yang digerakkan melalui pegas pedal rem belakang, dan dapat distel sesuai ketinggian pedal dan jarak bebas rem

Saklar rem belakang

Gambar 3. Saklar rem belakang (A = saklar rem belakang tipe plunger, B = pegas, dan C = pedal rem)

Berdasarkan gambar di atas, jika pedal rem ditarik/ditekan, maka saklar rem akan menutup yang akan menghubungkan arus dari baterai ke massa melalui lampu rem. Akibanya lampu rem akan menyala.

Rangkaian sistem lampu rem

Gambar 4. Saklar sistem lampu rem

4. Meter bahan bakar (Fuel level meter)

Salah satu kelengkapan system instrumentasi pada sepedamotor adalah pengukur kapasitas bahan bakar dalam tangki, dimana system ini terdiri dari beberapa komponen antara ain :

  1. Variable resitor, yaitu tahanan yang mempunyai nilai berubah-ubah  yang berfungsi sebagai perubah  arus listrik, yang mengalir pada unit fuel meter. (diletakkan pada kemudi).
  2. Pelampung, yaitu komponen yang berfungsi merubah nilai tahanan berdasarkan ketinggian permukaan bahan bakar pada tangki bahan bakar. (diletakkan di dalam tangki bahan bakar).

Prinsip Kerja :

  • Pada saat bensin penuh.
    Saat bahan bakar dalam kondisi penuh

    Gambar 5. Saat bahan bakar dalam kondisi penuh

    Pada saat bensin penuh tangkai pelambung akan berada pada posisi nilai tahanan listrik yang kecil pada variabel resitor, sehingga arus listrik yang mengalir pada kumparan 1 lebih besar daripada kumparan 2, yang akan menghasilkan garis gaya medan magnet (flux magnetik), yang akan menghasilkan kutub magnit yang sejenis dengan kutub magnit pada lempengan magnit jarum penunjuk, sehingga magnit tersebut akan saling tolak  menolak  sehingga  jarum  berputar  kearah  “FULL”/penuh, sesuai dengan perputaran dari lempengan magnit.

  • Pada saat bensin kosong :
    Saat bahan bakar dalam kondisi kosong

    Gambar 6. Saat bahan bakar dalam kondisi kosong

    Tangkai pelampung berada pada nilai tahanan listrik yang besar, sehingga arus listrik pada kumparan 1 berkurang, yang menjadikan kumparan 2 arus listriknya bertambah, dan akan menghasilkan garis gaya medan magnit yang sejenis dengan kutub magnit jarum, sehingga magnit akan saling tolak menolak, dan lempengan magnit akan berputar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) sampai jarum tepat berada pada posisi “Empty” (kosong)

Bila kunci kontak dimatikan, maka tidak terjadi Flux magnetik pada kedua kumparan, sehingga magnit kembali bergerak berputar pada posisi semula, hal ini disebabkan oleh adanya kemagnitan pada lempengan yang memungkinkan lempengan selalu berada pada posisi tertentu, (kutub magnit selalu menunjuk ke arah utara/seperti halnya kompas).

Di Indonesia setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi dengan sistem instrumentasi dan tanda peringatan (Instrumentation and Warning System)