Sistem Lampu Tanda Belok Mobil

Friday, January 6th, 2017 - Kelistrikan, Mobil

Sistem lampu tanda belok mobil terdiri dari baterai, saklar pengedip dan lampu. Pengedip pada sistem lapu tanda belok berfungsi untuk mengatur waktu kedipan lampu menyala dan matinya lampu pada saat lampu tanda belok tersebut diaktifkan.

Sistem Lampu Tanda Belok Mobil

Lampu tanda belok berfungsi untuk :

  • Memberi tanda pada orang/pengendara lain, bahwa kendaraan kita akan membelok
  • Memberi tanda pada pengendara lain, bahwa kita akan merobah posisi pada jalur yang berbeda
  • Memberi tanda berhenti sementara pada salah satu sisi jalan

Lampu tanda belok harus berkedip, lamanya kedipan lampu ini adalah 60-90 kedipan permenit, sedangkan lamanya lampu menyala dan mati adalah kira-kira sama.

Agar lampu dapat mengedip seperti ketentuan diatas, maka pada sistem lampu tanda belok diperlukan suatu alat yang dinamakan PENGEDIP (Flesher)

Macam-macam Pengedip Lampu Tanda Belok

  • Model bimetal
  • Model kawat panas
  • Kondensator
  • Transistor
  • Sirkuit integritas

Setiap pengedip mempunyai 2 atau 3 terminal penghubung kabel-kabel rangkaian, dengan kode-kode seperti dibawah ini

  • Terminal 49 A; L = Ke saklar lampu tanda belok
  • Terminal 49; B; X = Ke kunci kontak (terminal 15)
  • Terminal 31 = Ke massa
  • Terminal C = Ke lampu kontrol

Terminal 31 dan C adakalanya tidak terdapat pada pengedip, karena terminal 31 langsung berhubungan dengan badan / bodi pengedip, dan terminal C diambil langsung secara paralel dengan lampu-lampu tanda belok.

Pengedip Model Bimental

rangkaian lampu tanda belok dengan pengedip bimetal,pengedip model kawat panas mulai dengan lampu hidup,pengedip model kawat panas mulai dengan lampu mati,rangkaian pengedip sirkuit integritas,pengedip bimetal,pengedip kondensator,pengedip transistor,lampu tanda belok mobil,lampu tanda belok pada mobil,rangkaian lampu tanda belok mobil,gambar rangkaian lampu tanda belok mobil,rangkaian lampu tanda belok pada mobil,fungsi lampu tanda belok pada mobil,gambar rangkaian lampu tanda belok pada mobil

Gambar 1. Rangkaian lampu tanda belok dengan pengedip bimetal

Konstruksi pengedip ini adalah yang paling sederhana, terdiri atas 2 batang logam dengan muai panjang yang berbeda. Pada mulanya titik kontak dalam keadaan menutup, bila sakelar lampu tanda belok dihubungkan, maka arus dari Baterai, melalui bimental terus ke lampu tanda belok ke massa akibatnya lampu tanda belok menyala

Sebagian arus ke gulungan bimetal, akibatnya bimetal panas Bimetal yang panas akan melengkung, dan memutuskan arus baterai melalui titik kontak, lampu tanda belok akan mati.

Bila bimetal dingin kontak akan berhubungan kembali, demikian seterusnya.

  • Keuntungan :
    • Bentuk lebih sederhana
    • harga lebih murah
  • Kerugian :
    • Sangat berpengaruh terhadap perubahan arus dan tegangan
    • Kelebihan beban akan mempercepat kedipan lampu

Pengedip Model Kawat Panas

Waktu sakelar lampu tanda belok dihubungkan arus mengalir melewati K1 (kontak 1), KP (Kawat Panas), R dan Relai, mengakibatkan : kawat panas memuai, Relai jadi magnet.

Pengedip model kawat panas mulai dengan lampu hidup

Gambar 2. Pengedip model kawat panas mulai dengan lampu hidup

K1 (kontak 1) ditarik oleh relai, saat ini akan mengalir langsung ke lampu tanda belok, akibatnya lampu tanda belok menyala, kemagnetan relai bertambah, sehingga menarik kontak 2 (K2) sampai berhubungan lampu kontrol nyala. Bila kawat panas menjadi dingain, akan menarik K1 sampai lepas, hingga kemagnetan relai berkurang, K2 juga lepas saat ini lampu-lampu akan mati.

Pengedip model kawat panas mulai dengan lampu mati

Gambar 3. Pengedip model kawat panas mulai dengan lampu mati

Demikian seterusnya, Pengedipan model kawat panas ini ada bentuk lain seperti rangkaian di bawah ini. Kerugian pengedip lampu tanda belok jenis ini gulungan relai cepat terbakar, bila kawat panas tidak berfungsi dengan baik perubahan beban akan mempengaruhi kedipan lampu, pengedip cepat panas.

Pengedip Kondensator

Cara kerja pengedip kondensator :

Pengedip Koondensator

Gambar 4. Pengedip Koondensator

Membuka dan menutup kontak adalah pada saat kondensator mengisi dan mengosongkan sebagai berikut.

  • Posisi diam ; arus akan mengisi kondensator
  • Posisi menyala : arus lampu, melalui relai dan tetap mengisi kondensator
  • Posisi lampu mati ; kontak membuka, kondensator mengosongkan

Pengedip Transistor

Pengedip Transistor

Gambar 5. Pengedip Transistor

Rangkaian transistor berfungsi untuk memutus dan menghubungkan kontak, sehingga lampu dapat berkedip.

Pengedip Sirkuit Integritas

Bekerjanya pengedip ini sama seperti pengedip transistor, menghubung dan memutuskan kontak dengan impuls yang diberikan oleh komponenkomponen lain bersama IC.

Rangkaian Pengedip Sirkuit Integritas

Gambar 6. Rangkaian Pengedip Sirkuit Integritas

Keuntungan pengedip elektronika :

  • Tidak terpengaruh oleh kenaikan dan penurunan tegangan
  • Cepat memberi informasi pada pengemudi bila salah satu lampu tanda belok mati

Kerugian :

  • Bisa rusak bila ada tegangan/jarum induksi.

Sistem pengedip lampu tanda belok saat ini banyak digunakan adalah pengedip menggunakan kondensator, transistor dan sirkuit integritas. Setiap pengedip lampu tanda belok tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.