Sistem Lampu Tanda Belok (Turn Signals System)

Friday, January 13th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Sistem Lampu Tanda Belok (Turn Signals System)

Semua sepeda motor yang dipasarkan dilengkapi dengan system lampu tanda belok. Pada beberapa model sepeda motor besar, dilengkapi saklar terpisah lampu hazard (tanda bahaya), yaitu dengan berkedipnya semua lampu sein kiri, kanan, depan dan belakang secara bersamaan.

Fungsi lampu tanda belok adalah untuk memberikan isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang ataupun di sisinya bahwa sepeda motor tersebut akan berbelok ke kiri atau kanan atau pindah jalur. Sistem tanda belok terdiri dari komponen utama, yaitu dua pasang lampu, sebuah flasher/turn signal relay, dan three-way switch (saklar lampu tanda belok tiga arah).

Flasher tanda belok merupakan suatu alat yang menyebabkan lampu tanda belok mengedip secara interval/jarak waktu tertentu yaitu antara antara 60 dan 120 kali setiap menitnya. Terdapat beberapa tipe flasher, diantaranya ;

  1. flasher dengan kapasitor
  2. flasher dengan bimetal
  3. flasher dengan transistor

Sistem Tanda Belok dengan Flasher Tipe kapasitor

Contoh rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor seperti terlihat di bawah ini :

Sistem Lampu Tanda Belok (Turn Signals System),lampu tanda belok,lampu tanda belok sepeda motor,sistem lampu tanda belok sepeda motor,rangkaian lampu tanda belok dan lampu hazard,apa fungsi lampu tanda belok,komponen rangkaian lampu tanda belok,cara merakit lampu tanda belok,rangkaian lampu tanda belok,fungsi lampu tanda belok,pengertian lampu tanda belok,gambar lampu tanda belok,sistem lampu tanda belok,penyebab lampu tanda belok tidak berkedip,rangkain lampu tanda belok,wiring lampu tanda belok,fungsi lampu tanda belok pada kendaraan,merangkai lampu tanda belok

Gambar 1. Rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor

Cara kerja sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor

Pada saat kunci kontak dihubungkan, namun saklar lampu sein masih dalam posisi  “off”, arus  mengalir  ke L2 melalui  plat  kontak P kemudian mengisi kapasitor. Setelah saklar lampu sein diarahkan ke salah satu lampu, arus kemudian juga mengalir ke L1 terus ke lampu tanda belok sehingga lampu menyala. Saat ini L1 menjadi magnet (gambar 1)

Cara kerja rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor

Gambar 2. Cara kerja rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor

Sesaat setelah kumparan L1 menjadi magnet, plat kontak (contact point) P terbuka, sehingga arus yang mengalir ke lampu kecil karena melewati tahanan R.  Plat kontak tetap dalam kondisiterbuka selama kumparan L2 masih menjadi magnet yang diberikan oleh kapasitor sampai muatan dalam kapasitor habis (gambar 2).

Cara kerja rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor tipe 2

Gambar 3. Cara kerja rangkaian sistem tanda belok dengan flasher tipe kapasitor 2

Setelah muatan kapasitor habis, kemagnetan pada kumparan hilang dan plat kontak akan menutup kembali. Arus yang besar mengalir kembali ke lampu sehingga lampu akan menyala dan juga terjadi pengisian ke dalam kapasitor. Begitu seterusnya proses ini berulang sehingga lampu tanda belok berkedip.

Sistem Tanda Belok dengan Flasher Tipe Bimetal

Sistem tanda belok tipe ini yaitu dengan mengandalkan kerja dari dua keping/bilah (strip) bimetal untuk mengontrol kedipannya.

Bimetal terdiri dari dua logam yang berbeda (biasanya kuningan dan baja) yang digabung menjadi satu. Jika ada panas dari aliran listrik yangmasuk ke bimetal, maka akan terjadi pengembangan/pemuaian dari logam yang berbeda tersebut dengan kecepatan yang berbeda pula. Hal ini akan menyebabkan bimetal cenderung menjadi bengkok ke salah satu sisi. Dalam flasher tipe bimetal terdapat dua keping bimetal yang dipasang berdekatan dan masing-masing mempunyai plat kontak pada salah satu ujungnya (lihat gambar 3 di bawah ini).

Konstruksi bimetal

Gambar 3. Konstruksi bimetal

Cara kerja sistem tanda belok dengan flasher tipe bimetal

Pada saat saklar lampu sein digerakan (ke kiri atau kanan), arus mengalir ke voltage coil (kumparan) yang akan membuat kumparan tersebut memanasdan bengkok. Setelah kebengkokannya sampai menghubungkan kedua plat kontak di bagian ujungnya, arus kemudian mengalir ke current coil (kumparan arus) terus ke lampu sein/tanda belok dan akhirnya ke massa (gambar 4). Saat ini lampu sein menyala dan current coil akan mulai bengkok menjauhi voltage coil.

Rangkaian sistem tanda belok dengan tipe bimetal

Gambar 4. Rangkaian sistem tanda belok dengan tipe bimetal

Gambar  4. Cara kerja rangkaian sistem tanda belok dengan tipe bimetal Setelah kebengkokan current coil membuat plat kontak terpisah/terbuka, maka lampu sein mati. Selanjutnya current coil akan menjadi dingin setelah arus yang mengalir hilang dan akhirnya bimatalnya akan lurus kembali posisinya sehingga plat  kontak menempel kembali dengan plat kontak yang dari voltage coil. Arus akan mengalir kembali untuk menghidupkan lampu sein. Begitu seterusnya proses ini berulang sehingga lampu tanda belok berkedip.

Sistem Tanda Belok dengan Flasher Tipe Transistor

Sistem tanda belok dengan flasher menggunakan transistor merupakan tipe flasher yang pengontrolan kontaknya tidak secara mekanik lagi, tapi sudah secara elektronik. Sistem ini menggunakan multivibrator oscillator untuk menghasilkan pulsa (denyutan) ON-OFF yang kemudian akan diarahkan ke flasher (turn signal relay) melawati amplifier penguat listrik). Selanjutnya flasher akan enghidup-matikan lampu tanda belok agar lampu tersebut  berkedip.

Rangkaian sistem tanda belok dengan tipe transistor

Gambar 5. Rangkaian sistem tanda belok dengan tipe transistor

Flasher yang digunakan pada sistem lampu tanda belok (Turn Signals System) sepeda motor saat ini yang banyak diggunakan adalah flasher tipe transistor.