Sistem Pengapian CDI-DC

Saturday, April 8th, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Sistem Pengapian CDI-DC Sepeda Motor

Sistem pengapian CDI-DC ini menggunakan arus yang bersumber dari baterai. Prinsip dasar sistem pengapian CDI-DC adalah seperti gambar di bawah ini :

Prinsip dasar sistem pengapian CDI-DC

Gambar 1. Prinsip dasar sistem pengapian CDI-DC

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa baterai memberikan suplai tegangan 12V ke sebuah inverter (bagian dari unit CDI). Kemudian inverter akan menaikkan tegangan menjadi sekitar 350V. Tegangan 350V ini selanjutnya akan mengisi kondensor/kapasitor. Ketika dibutuhkan percikan bunga api busi, pick-up coil akan memberikan sinyal elektronik ke switch (saklar) S untuk menutup. Ketika saklar telah menutup, kondensor akan mengosongkan (discharge) muatannya dengan cepat melalui kumparan primaer koil pengapian, sehingga terjadilah induksi pada kedua kumparan koil pengapian tersebut.

Jalur kelistrikan pada sistem pengapian CDI-DC (CDI dengan sumber arus DC) ini adalah arus pertama kali dihasilkan oleh kumparan pengisian akibat putaran magnet yang selanjutnya disearahkan dengan menggunakan Cuprok (Rectifier) kemudian dihubungkan ke baterai untuk melakukan proses pengisian (Charging System). Dari baterai arus ini dihubungkan ke kunci kontak, CDI unit, koil pengapian dan ke busi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat  pada gambar berikut :

Sirkuit sistem pengapian CDI-DC

Gambar 2. Sirkuit sistem pengapian CDI dengan arus DC

Cara Kerja Sistem Pengapian CDI-DC

Cara kerja sistem pengapian CDI-DC (CDI  dengan arus DC) yaitu pada saat kunci kontak di ON-kan, arus akan mengalir dari baterai menuju sakelar. Bila sakelar ON maka arus akan mengalir ke kumparan penguat arus dalam CDI yang meningkatkan tegangan dari baterai (12 Volt  DC menjadi 220 Volt AC). Selanjutnya, arus disearahkan melalui dioda dan kemudian dialirkan ke kondensor untuk disimpan sementara. Akibat putaran mesin, koil pulsa menghasilkan arus yang kemudian mengaktifkan SCR, sehingga memicu kondensor/kapasitor untuk mengalirkan arus ke kumparan primer koil pengapian. Pada saat terjadi pemutusan arus yang mengalir pada kumparan primer koil pengapian, maka timbul tegangan induksi pada kedua kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder dan menghasilkan loncatan bunga api pada busi untuk melakukan pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Perhatikan Gambar 2 Sirkuit sistem pengapian CDI-DC diatas.