Sistem Pengapian Konvensional (Menggunakan Platina)

Tuesday, December 20th, 2016 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) digunakan pada sepeda motor generasi lama hingga era 1980. Sistem pengapian konvensional ini digunakan pada sepeda motor dan kendaraan bermesin bensin.

Jenis Sistem Pengapian Konvensional (Menggunakan Platina)

Sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) pada sepeda motor ada 2 macam yaitu :

  • Pengapian Konvensional DC (menggunakan sumber dari baterai )
  • Pengapian Konvensional AC (menggunakan sumber dari generator)

Sistem Pengapian Konvensional DC

Sistem pengapian konvensional DC ini merupakan sistem pengapian pada sepeda motor yang menggunakan platina dan sumber tegangan dari baterai.

Sistem Pengapian Konvensional DC,sistem pengapian konvensional,sistem pengapian konvensional pdf,sistem pengapian konvensional 4 silinder,sistem pengapian konvensional pada mobil bensin,sistem pengapian konvensional pada motor,sistem pengapian konvensional toyota,sistem pengapian konvensional dc,sistem pengapian konvensional youtube,sistem pengapian konvensional ppt,sistem pengapian konvensional sepeda motor,sistem pengapian konvensional dan elektronik,sistem pengapian konvensional.doc,sistem pengapian konvensional adalah,sistem pengapian konvensional pada sepeda motor,sistem pengapian konvensional pada motor bensin,sistem pengapian konvensional pada motor bakar,sistem pengapian konvensional baterai,sistem pengapian konvensional platina,sistem pengapian konvensional pada mobil.ppt,sistem pengapian konvensional motor bensin,sistem pengapian konvensional kijang 5k,sistem pengapian konvensional ac,artikel sistem pengapian konvensional,animasi sistem pengapian konvensional,fungsi kondensor pada sistem pengapian konvensional adalah,artikel pengertian sistem pengapian konvensional,artikel tentang sistem pengapian konvensional,bahan ajar sistem pengapian konvensional,apa yang dimaksud sistem pengapian konvensional,alur sistem pengapian konvensional,apa itu sistem pengapian konvensional

Gambar 1. Sistem pengapian baterai dengan kontak pemutus konstruksi sampai 1980

Prinsip Kerja Sistem Pengapian Konvensional DC

Tegangan baterai 12V ditransformasikan menjadi tegangan tinggi 5000 s/d 25 KV, kemudian dialirkan kebusi

Cara kerja sistem pengapian konvensioanl DC :

  • Arus dari baterai masuk melalui kunci kontak mengalir melalui kumparan L1 koil pengapian (primer koil) dan mengalir ke kontak pemutus menuju masa pada saat Kam tidak menekan
  • Kontak pemutus → terbentuk medan magnet pada L1. Pada saat kontak pemutus
  • Mulai terbuka akibat dari Kam yang mendorong kontak pemutus maka arus yang melalui
  • L1 hilang mendadak, kemagnetan hilang mendadak dan kemagnetan memotong kumparan
  • Sekunder koil L2 → terjadi tegangan tinggi pada ujung kumparan L2 yang terhubung dengan busi maka melompatlah tegangan tersebut berupa bunga api.

Sifat-sifat Sistem Pengapian Konvensional DC

  • Daya pengapian baik pada putaran rendah (bila tegangan baterai cukup).
  • Saat pangapian ditentukan oleh putaran mesin.
  • Saat pengapian dapat diatur secara mekanis menggunakan kontak pemutus atau secara elektronis

Sistem Pengapian Konvensional AC (Sistem Pengapian Magnet)

Sistem Pengapian Konvensional ACGambar :

  1. Bagan Sistem pengapian magnet dengan kontak pemutus.
  2. Konstruksi system pengapian magnet

Cara Kerja Sistem Pengapian Magnet

Bila magnet berputar maka Kam akan berputar karena konstruksi kam menyatu ditengah /satu poros dengan magnet.Maka dibangkitkan tegangan dan arus bolak balik menuju kumparan primer koil pengapian tetapi jika kontak pemutus dalam posisi menutup maka arus hanya dibuang melalui kontak pemutus ke massa → Tidak terbentuk medan magnet pada kumparan primer koil. Pada saat kontak pemutus mulai terbuka tegangan yang dibangkitkan tidak lagi dialirkan ke massa, maka pada saat itulah terjadi pengaliran mendadak ke kumparan primer koil dan terjadilah tegangan tinggi pada kumparan sekunder.

Sifat-sifat Sistem Pengapian Magnet

  • Sumber tegangan dari generator, sehingga motor dapat hidup tanpa baterai.
  • Daya pengapian baik pada putaran tinggi.
  • Putaran start harus lebih tinggi dari 200 rpm
  • Sering digunakan pada motor kecil seperti sepeda motor dengan isi silinder kecil.

Sistem pengapian konvensional (menggunakan platina) ini digunakan sebelum teknologi CDI (Capasitor Discharge Ignition) digunakan pada sepeda motor.