Sistem Pengapian Sepeda Motor

Friday, February 3rd, 2017 - Mesin, Sepeda Motor

Pengertian Sistem Pengapian Sepeda Motor

Pengapian disini diartikan pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang dicampur terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar dan dikompresikan kemudian dilakukan percikan dengan waktu tertentu dan kualitas api yang baik, dengan demikian dapat dimulai pembakaran seperti gambar dibawah ini.

Sistem Pengapian Sepeda Motor,sistem pengapian sepeda motor,sistem pengapian sepeda motor pdf,sistem pengapian sepeda motor 4 tak,sistem pengapian sepeda motor yamaha,sistem pengapian sepeda motor ppt,sistem pengapian sepeda motor honda,sistem pengapian sepeda motor jupiter z,sistem pengapian sepeda motor 2 tak,sistem pengapian sepeda motor honda supra,sistem pengapian sepeda motor dan fungsinya,sistem pengapian sepeda motor adalah,sistem pengapian sepeda motor karisma,sistem pengapian sepeda motor.doc,sistem pengapian sepeda motor vixion,sistem pengapian sepeda motor ac dan dc,sistem pengapian sepeda motor cdi,sistem pengapian sepeda motor honda supra fit,sistem pengapian sepeda motor suzuki smash,sistem pengapian sepeda motor injeksi,sistem pengapian sepeda motor dc,sistem pengapian sepeda motor mio,sistem pengapian sepeda motor ac,sistem pengisian sepeda motor adalah,sistem pengapian pada sepeda motor adalah,bahan ajar sistem pengapian sepeda motor,cara kerja sistem pengapian ac pada sepeda motor,artikel sistem pengapian sepeda motor,animasi sistem pengapian sepeda motor,sistem pengapian cdi ac sepeda motor,sistem pengapian cdi ac pada sepeda motor,artikel sistem pengapian pada sepeda motor,sistem pengapian ac dan dc pada sepeda motor,apa fungsi sistem pengapian pada sepeda motor,apa yang dimaksud sistem pengapian sepeda motor,komponen sistem pengapian ac sepeda motor,pengertian sistem pengapian ac sepeda motor,rangkaian sistem pengapian ac sepeda motor,cara kerja sistem pengapian cdi ac sepeda motor,sistem pengapian sepeda motor beat,buku sistem pengapian sepeda motor,belajar sistem pengapian sepeda motor,bagian sistem pengapian sepeda motor,bagan sistem pengapian sepeda motor,sistem pengapian baterai pada sepeda motor,latar belakang sistem pengapian sepeda motor,cara kerja sistem pengapian baterai pada sepeda motor,komponen sistem pengapian sepeda motor beserta fungsinya,sistem pengapian sepeda motor honda beat,sistem pengisian sepeda motor honda beat,sistem pengapian baterai sepeda motor,fungsi busi pada sistem pengapian sepeda motor

Gambar 1. Sistem Pengapian Sepeda Motor

Semua sistem pengapian memiliki busi dan satu koil atau lebih. Sistem pengapian merupakan salah satu faktor terjadinya pembakaran yang sempurna sehingga dapat dihasilkan daya yang optimal pada mesin tertentu dan emisi gas buang yang rendah. Adapun tuntutan/prasarat  dasar dari terjadinya pembakaran yang baik digambarkan sebagai berikut.

Persyaratan Dasar Sistem Pengapian Sepeda Motor

Proses Pada Sistem Pengapian Sepeda Motor

Gambar 2. Proses Pada Sistem Pengapian Sepeda Motor

Campuran bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam ruang bakar oleh karena gerakan menghisap dari piston dari TMA ke TMB Pada saat seperi ini temperatur campuran turun menjadi kurang lebih 20°C karena udara bercampur bensin (gambar A )

Langkah berikutnya mengkompresi campuran tersebut hingga piston mendekati TMA maka tekanan dan temperature naik hingga mencapai  kurang lebih 20°C (gambar B) Pada saat piston mendekati TMA dipercikkan bunga api pengapian melalui elektroda busi dan terjadilah pembakaran pada campuran bensin dan udara.

Persyaratan adanya pembakaran yang baik juga ditentukan selain rasio campuran yang sesuai, kompresi yang mencukupi dan Percikan api yang kuat.

Osilogram Tegangan Pengapian

Gambar 3. Osilogram Tegangan Pengapian

Pengapian harus memiliki kemampuan tertentu dengan demikian dapat ditentukan celah busi sehingga tegangan dapat mengionisasi udara pada celah busi. Gambar disebelah menunjukkan osilogram sebuah pengapian yang memiliki kemampuan pengapian maksimal tetapi pada kenyataannya tegangan tersebut tidak digunakan sepenuhnya, sehingga masih ada tegangan cadangan.

Selisih antara tegangan maksimal yang dapat dihasilkan sistem pengapian dengan tegangan terpakai adalah tegangan cadangan. Semakin besar tegangan cadangan maka semakin baik kemampuan sistem pengapian, tetapi perlu diketahui bahwa semakin tinggi putaran motor maka semakin turun pula tegangan maksimalnya karena waktunya semakin singkat untuk membuat energi listrik pada sistem pengapian, sedangkan tegangan terpakai menjadi lebih besar karena campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar jumlahnya juga bertambah maka daya pengapian yang dibutuhkan juga lebih besar. Maka area tegangan cadanganmenyempit. Ketika tegangan meloncat diantara celah elektroda busi pada saat itulah dibutuhkan tegangan yang cukup tinggi tetapi masih belum sampai pada tegangan maksimal sistem pengapian,sampai berhasil melompat dan membakar campuran bahan bakar yang dilewatinya. Setelah tegangan berhasil melompat diantara celah elektroda busi maka tegangan pembakaran turun. Hal tersebut ditunjukkan dengan Gambar osilogram tegangan sekunder sistem pengapian seperti gambar dibawah ini.

Osilogram Tegangan Sekunder sistem pengapian

Gambar 4. Osilogram Tegangan Sekunder sistem pengapian

Keterangan gambar :

Tegangan pengapian : tegangan ini disebut juga tegangan jarum,yaitu tegangan yang    dibutuhkan sampai tegangan dapat melompat diantara celah elektroda busi.

Tegangan Bakar : tegangan yang dihasilkan oleh loncatan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar.

Pengapian berakhir : berakhirnya bunga api meloncat diantara celah busi,dalam waktu kurang lebih 1,5 ms.

Gelombang osilasi : sisa tegangan pembakaran yang terjadi ketika kumparan primer juga menginduksi sekunder dan sebaliknya.

Macam – Macam Sistem Pengapian Sepeda Motor

Cara penyalaan bahan bakar pada motor bakar dibedakan menjadi 2 macam  :

Penyalaan Sendiri Penyalaan dengan sistem pengapian  bunga api listrik
Sistem Pengapian Penyalaan Sendiri

Udara murni dimampatkan hingga mencapai tekanan tinggi yaitu kurang lebih 23 Bar hingga temperatur mencapai 700 sampai 900°C lalu bahan bakar diesel disemprotkan berupa kabut halus terjadilah pembakaran dengan sendiri,motor yang cara pembakarannya demikian disebut motor diesel.

Penyalaan dengan sistem pengapian bunga api listrik

Campuran udara dan bahan bakar (bensin) pada menjelang akhir langkah Kompresi dibakar dengan loncatan bunga api listrik pada celah elektroda busi yang demikian disebut motor otto/bensin

Sistem pengapian sepeda motor terbagi sebagai berikut :

  1. Pengapian konvensional (menggunakan platina)
    • Pengapian DC (menggunakan sumber dari baterai )
    • Pengapian AC (menggunakan sumber dari generator)
  2. Pengapian elektronik (Capasitor Discharge Ignition / CDI)
    • CDI – DC
    • CDI – AC

Sistem pengapian sepeda motor selalu menggunakan sistem pengapian dengan menggunakan percikan bunga api listrik karena tidak ada sepeda motor dengan mesin diesel.