Sistem Pengisian (Charging System)

Sunday, January 29th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Sistem Pengisian (Charging System) Pada Sepeda Motor

Sistem kelistrikan sepeda motor seperti; sistem starter, sistem pengapian, sistem penerangan dan peralatan instrumen kelistrikan lainnya membutuhkan sumber listrik supaya sistem-sistem tersebut bisa berfungsi. Energi listrik yang dapat disuplai oleh baterai sebagai sumber listrik (bagi sepeda motor yang dilengkapi baterai)  jumlahnya terbatas. Sumber listrik dalam baterai tersebut akan habis jika terus menerus dipakai untuk menjalankan (mensuplai) sistem kelistrikan pada sepeda tersebut. Untuk mengatasi hal-hal tadi, maka pada sepeda motor dilengkapi dengan sistem pengisian (charging system).

Secara umum sistem pengisian berfungsi untuk menghasilkan energi listrik supaya bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik pada baterai tetap stabil. Disamping itu, sistem pengisian juga berfungsi untuk menyuplai energi listrik secara langsung ke sistemsistem kelistrikan, khususnya bagi sepeda motor yang menggunakan flywheel magneto (tidak dilengkapi dengan baterai). Bagi sebagian sepeda motor yang dilengkapi baterai juga masih ada sistem-sistem (seperti sistem lampu-lampu) yang langsung disuplai dari sistem pengisian tanpa lewat baterai terlebih dahulu.

Komponen utama sistem pengisian adalah generator atau alternator, rectifier (dioda), dan voltage regulator. Generator atau alternator berfungsi untuk menghasilkan energi listrik, rectifer untuk menyearahkan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan alternator menjadi arus searah (DC), dan voltage regulator berfungsi untuk mengatur tegangan yang disuplai ke lampu dan mengontrol arus pengisian ke baterai sesuai dengan kondisi baterai.

Sistem Pengisian (Charging System),sistem pengisian motor,sistem pengisian motor bensin,sistem pengapian motor injeksi,sistem pengisian pada motor,sistem pengisian baterai motor,modifikasi sistem pengisian motor,sistem pengisian pada motor bakar,sistem pengisian sepeda motor adalah,sistem pengisian di motor,sistem pengisian baterai sepeda motor,sistem pengapian motor ac,sistem pengapian motor arus ac,sistem pengapian motor ac dan dc,sistem pengisian aki di motor,animasi sistem pengisian sepeda motor,sistem pengisian accu motor,sistem kerja pengisian aki motor,sistem pengisian accu pada motor,artikel sistem pengisian sepeda motor,sistem pengisian accu pada sepeda motor,sistem pengapian sepeda motor ac,sistem pengapian motor tanpa aki,sistem pengapian sepeda motor adalah,sistem pengapian sepeda motor ac dan dc,sistem pengapian motor bensin,sistem pengapian motor bakar bensin,sistem pengapian motor bakar torak,sistem pengapian motor bakar pdf,komponen sistem pengapian motor bensin,sistem pengapian motor bensin pdf,sistem pengapian motor bensin 4 silinder,sistem pengapian motor bensin 4 tak,sistem pengisian pada motor bensin

Gambar 1. Wiring Diagram Sistem Pengisian (Charging System)

Persyaratan yang harus Dipenuhi Sistem Pengisian (Charging System)

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa fungsi sistem pengisian secara umum adalah untuk menghasilkan energi listrik supaya bisa mengisi kembali dan mempertahankan kondisi energi listrik pada baterai tetap stabil. Disamping itu, sistem pengisian juga berfungsi untuk menyuplai energi listrik secara langsung ke sistem-sistem kelistrikan, khususnya bagi sepeda motor yang menggunakan flywheel magneto (tidak dilengkapi dengan baterai).

Berdasarkan fungsi di atas, maka sistem pengisian yang baik setidaknya  memenuhi persyaratan berikut ini :

  1. Sistem pengisian harus bisa mengisi (menyuplai) listrik dengan baik pada berbagai tingkat/kondisi putaran mesin.
  2. Sistem pengisian harus mampu mengatur tegangan listrik yang dihasilkan agar jumkah tegangan yang diperlukan untuk sistem kelistrikan sepeda motor tidak berlebih (overcharging).

Sehingga kita wajib melakukan pemeriksaan sistem pengisian (Charging System) secara rutin atau berkala agar syarat sistem pengisian tersebut dapat terpenuhi.