Sistem Percepatan Karburator

Friday, February 17th, 2017 - Mesin, Sepeda Motor

Sistem Percepatan Karburator Sepeda Motor

Pada waktu mesin mengalami percepatan (mesin di gas dengan tiba-tiba), throttle valve (untuk karburator tipe venturi tetap maupun tipe CV) atau throttle piston atau skep (untuk karburator tipe variable venturi) akan membuka secar tiba-tiba pula, sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Akan tetapi karena bahan bakar lebih berat dibanding udar, maka bahan bakar akan datang terlambat masuk ke intake manifold. Akibatnya campuran tiba-tiba menjadi kurus sedangkan mesin berputar dengan tambahan beban untuk keperluan percepatan tersebut. Untuk mendapatkan campuran yang gemuk, maka pada waktu percepatan, karburator dilengkapi dengan “pompa percepatan”.

Salah satu bentuk mekanisme sistem percepatan pada karburator sepeda motor adalah seperti terlihat pada gambar 6.21 di bawah. Mekanis pompa ini dihubungkan dengan pedal gas (throttle) sehingga jika trotel dibuka dengan tiba-tiba maka plunyer pompa menekan minyak yang dibawahnya. Dengan demikian jumlah minyak yang keluar melalui pengabut utama (main jet) akan lebih banyak.

Cara Kerja Sistem Percepatan Karburator Sepeda Motor

Cara Kerja Sistem Percepatan Karburator Sepeda Motor,konstruksi sistem percepatan karburator sepeda motor,sistem percepatan karburator,pengertian sistem percepatan pada karburator,sistem percepatan pada karburator,komponen sistem percepatan karburator,sistem percepatan pada karburator bekerja saat,fungsi sistem percepatan karburator,cara kerja sistem percepatan karburator,komponen sistem percepatan pada karburator motor,komponen2 sistem percepatan pada karburator,komponen sistem percepatan pada karburator adalah,sebutkan sistem percepatan pada karburator,komponen sistem percepatan pada karburator kecuali,sistem percepatan acceleration circuit pada karburator bekerja saat

Gambar 1. Konstruksi sistem percepatan

Untuk lebih jelasnya cara kerjanya adalah sebagai berikut: Pada saat handle gas di putar dengan tiba-tiba, throttle lever (tuas gas) akan berputar ke arah kiri (lihat tanda panah). Pergerakan throttle lever tadi akan mendorong pump rod (batang pendorong) ke arah bawah. Karena ujung pump  rod dihubungkan ke pump lever (tuas pompa), maka pump lever akan mengungkit diapragma ke atas melawan tekanan pegas  (spring). Akibatnya ruang pompa (pump chamber) di atas diapragma menyempit dan medorong atau menekan sejumlah bahan bakar mengalir melalui check valve ke lubang pengeluaran bahan bakar (discharge hole). Selanjutnya bahan bakar tersebut akan bercampur dengan udara pada venturi.

Setelah melakukan penekanan tersebut, pump lever akan kembali ke posisi semula dengan adanya dorongan pegas di atas diapragma. Pergerakan diapragma ke bawah membuat pump chamber membesar lagi. Karena desain/rancangan valve (katup) yang ada di pum chamber dibuat berlawanan arah antara katup masuk dan katup keluar, maka pada saat diapragma ke bawah katup masuk terbuka sedangkan katup keluar menutup. Dengan membukanya katup masuk tersebut, membuat bahan bakar kembali masuk ke pump chamber dan sistem percepatan siap untuk dipakai kembali. Cara kerja dan konstruksi sistem percepatan karburator dapat dilihat lebih jelas pada gambar 1 diatas.