Sistem Starter Dengan Starter Relay Jenis Pre-Engaged

Tuesday, November 13th, 2018 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Sistem Starter Dengan Starter Relay Jenis Pre-Engaged Pada Sepeda Motor

Sistem starter jenis pre-engaged banyak digunakan untuk sepeda  motor berukuran besar. Salah sepeda motor yang menggunakan sistem starter jenis ini adalah sepeda motor BMW. Karena mengadopsi dari mobil maka cara kerjanya juga sama dengan sistem starter jenis pre-engaged yang digunakan pada mobil. Rangkaian sistem starter jenis pre-engaged bisa dilihat pada gambar 1.  di bawah ini :

Cara Kerja Sistem Starter Dengan Starter Relay Jenis Pre-Engaged

sistem starter jenis pre-engaged,rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat pinion berkaiatan penuh,sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged,rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat kunci kontak dihubungkan,skema rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter,cara kerja sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged,prinsip kerja sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged,teori sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged.sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged pdf, gambar sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged,komponen sistem starter dengan starter relay jenis pre-engaged

Gambar 1. Skema rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter

Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

Pada saat kunci kontak OFF, tidak ada arus yang mengalir ke dalam solenoid (starter relay) maupun motor starter. Arus dari baterai akan stand-by (berhenti) pada contact point (titik kontak) sebelah.Gigi pinion (pinion gear) tidak terkait dengan flywheel.

Pada saat kunci kontak di-ON-kan, arus listrik akan mengalir ke pull in coil dan hold in coil secara bersamaan. Selanjutnya pull in coil akan menarik plunger ke arah kanan dan hold in coil akan menahan plunger pada posisi terakhirnya. Dalam rangkaian sistem starter ini, pull ini coil terpasang seri dengan field coil sehingga arus yang keluar dari pull in coil akan diteruskan ke field coil terus ke massa. Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut :

Arus dari baterai  ke kunci kontak menuju terminal 50 , masuk hold in coil selanjutnya ke massa dari baterai  ke kunci kontak menuju terminal 50 masuk pull ini coil terus ke field coil menuju sikat positif terus mengalir ke  armature kemudian menuju sikat negatif terus ke massa.

Oleh karena arus yang mengalir ke field coil  pada saat ini masih kecil, maka armature akan berputar lambat untuk memungkinkan terjadinya perkaitan gigi pinion dengan flywheel secara lembut. Pada saat ini moving contact belum berhubungan dengan contact point (lihat gambar 2).

Rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat kunci kontak dihubungkan

Gambar 2. Rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat kunci kontak dihubungkan

Pada saat yang bersamaan, pergerakan plunger juga akan menyebabkan shift lever (tuan penggerak/pengungkit) tertarik sehingga gigi pinion akan bergeser ke arah flywheel. Bila gigi pinion sudah berkaitan penuh dengan flywheel, moving contact akan menutup contact point sehingga arus besar dari baterai yang telah stand by pada contact point sebelah atas akan mengalir langsung ke field coil melalui terminal C. Akibatnya armature akan berputar cepat dan putarannya diteruskan ke flywheel melalui overunning clutch dan gigi pinion (lihat gambar 3). Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut:

  • Baterai, kunci kontak, terminal 50 ‘- hold in coil, massa
  • Baterai, kunci kontak, contact point, field coil, sikat positif, armature, sikat negatif , massa.
Rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat pinion berkaiatan penuh

Gambar 4. Rangkaian sistem starter jenis pre-engaged starter saat pinion berkaiatan penuh

Pada saat moving contact telah berhubungan dengan contact point, maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya plunger ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja. Jika mesin sudah mulai hidup, flywheel akan memutarkan armature melalui pinion karena kecepatan putar motor starter lebih kecil dibanding kecepatan mesin. Untuk menghindari kerusakan apada starter akibat hal tersebut, maka kopling starter (overunning clutch) akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.

Kami harap uraian singkat tentang “Sistem Starter Dengan Starter Relay Jenis Pre-Engaged” mudah dipahami.