Sistem Starter Dengan Starter Relay Sederhana

Monday, January 23rd, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Sistem Starter Dengan Starter Relay Sederhana

Penggunaan teknologi sistem starter dengan starter relay sederhana ini digunakan pada sepeda motor generasi lama. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa sistem starter dengan relay starter sederhana banyak digunakan bahwa sepeda motor berukuran kecil (sepeda motor dengan mesin yang berkapasitas 200 cc ke bawah). Sepeda motor jenis ini banyak dijumpai di kalangan masyarakat yang banyak digunakan sebagai alat transportasi keluarga. Gambar 1 di bawah ini adalah contoh rangkaian sistem starter dengan relay starter sederhana yang digunakan pada salah satu tipe sepeda motor Honda. Pada gambar tersebut sistem starternya telah dilengkapi dengan sistem pengaman. Penjelesan tentang sistem pengaman akan dibahas lebih detil pada bagian yang lain (inovasi sistem starter).

Prinsip Kerja Sistem Starter Dengan Starter Relay Sederhana

Rangkaian sistem starter dengan starter relay sederhana,sistem starter dengan starter relay sederhana,cara kerja sistem starter dengan starter relay sederhana,sistem starter sederhana,starter relay sederhana,prinsip kerja sistem starter sederhana,materi sistem starter sederhana,teori sistem starter sederhana

Gambar 1. Skema rangkaian sistem starter dengan starter relay sederhana

Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut:

Pada saat starter switch (tombol starter) ditekan,  arus dari baterai akan mengalir ke kumparan relay starter melalui  ignition switch (kunci kontak) terus ke massa. Dalam hal ini arus akan sampai ke massa jika posisi kopling sedang ditekan atau posisi gigi transmisi posisi netral (saklar kopling atau saklar neutral menghubungkan arus dari kumparan relay starter ke massa). Bagi sepeda motor dengan sistem starter yang tidak dilengkapi dengan system pengaman, maka aliran arusnya dari tombol starter menuju ke kumparan relay starter  ke massa.

Arus yang dialirkan ke kumparan relay ini cukup kecil sehingga tidak akan membuat kontak pada tombol starter kelebihan beban. Setelah arus sampai ke massa, pada kumparan relay starter terjadi kemagnetan. Hal ini akan menyebabkan plat kontak pada relay starter tertarik (menutup), sehingga arus yang besar langsung dari baterai mengalir menuju motor starter. Selanjutnya motor starter tersebut akan berputar untuk menghidupkan mesin sesuai prinsip kerja motor starter yang telah dijelaskan sebelumnya.

Dari uraian diatas dapat kita pelajari tentang wiring diagram komponen dan cara kerja dari sistem starter dengan starter relay sederhana pada sepeda motor.