Sistem Starter Sepeda Motor

Friday, January 20th, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Gambaran Umum Sistem Starter Sepeda Motor

Hampir semua sepeda motor pada umumnya menggunakan dua jenis starter mesin, yaitu system starter mekanik dan system starter listrik. Penggunaan starter mekanik dikenal dengan sebutan kick starter, Karena pada system ini ketika akan menghidupkan mesin menggunakan kaki untuk memutar poros engkol, sedangkan sistem starter listrik berfungsi sebagai pengganti kick starter, agar pengendara tidak perlu lagi mengengkol untuk menghidupkan mesin (untuk memutar poros engkol menggunakan motor listrik DC). Secara umum komponen system starter listrik diletakkan pada sepedamotor seperti gambar di bawah ini.

sistem starter sepeda motor,sistem starter sepeda motor honda,sistem starter sepeda motor ppt,sistem starter sepeda motor yamaha,sistem starter sepeda motor matic,pemeriksaan sistem starter sepeda motor,sistem starter di sepeda motor,troubleshooting sistem starter sepeda motor,video sistem starter sepeda motor,memperbaiki sistem starter sepeda motor,jenis sistem starter sepeda motor,job sheet sistem starter sepeda motor,makalah tentang sistem starter sepeda motor,makalah sistem starter sepeda motor,gambar rangkaian sistem starter sepeda motor,sistem starter manual pada sepeda motor,pengertian sistem starter pada sepeda motor,soal sistem starter teknik sepeda motor,komponen sistem starter sepeda motor,rangkaian sistem starter sepeda motor,soal sistem starter sepeda motor,sistem starter sepeda motor adalah,bahan ajar sistem starter sepeda motor,artikel sistem starter pada sepeda motor,artikel sistem starter sepeda motor,animasi sistem starter sepeda motor,apa fungsi sistem starter pada sepeda motor,sistem kendali starter sepeda motor berbasis microcontroller

Gambar 1. Sistem Starter Sepeda Motor

Persyaratan Untuk Sistem Starter Sepeda Motor

Pada umumnya sepeda motor yang dilengkapi dengan system starter listrik, sumber arus yang digunakan adalah baterai. Dalam hal ini kondisi baterai harus dapat menghasilkan tenaga putar (torque) yang sangat besar. Selain itu ukuran baterai juga diharapkan kecil dan ringan.

Motor starter dalam sistem starter listrik harus dapat membangkitkan torque yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Maka untuk itu sistem starter dilengkapi dengan motor starter arus searah (DC). Dalam menentukan motor starter yang tepat menurut kebutuhan suatu mesin, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:

a. Sifat starter sepeda motor

Tenaga putar (torque) yang dihasilkan motor starter akan menambah kadar arus yang mengalir pada starter secara proporsional (sepadan). Makin rendah putaran, makin besar arus yang mengalir pada starter sehingga menghasilkan tenaga putar yang besar. Begitu pula dengan tegangan yang disuplai pada starter, jika tegangannya bertambah besar, maka kapasitasnya akan menurun. Oleh karena itu kapasitas starter sangat erat hubungannya dengan baterai.

b. Kecepatan putar dari mesin

Mesin tidak akan start (hidup) sebelum melakukan siklus kerjanya berulang-ulang, yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran (usaha) dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, lalu memutarkannya dan enyebabkan siklus pembakaran awal (pendahuluan). Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal. Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi (banyaknya silinder, volume silinder, bentuk ruang bakar) dan kondisi kerjanya (suhu dan tekanan udara, campuran udara dan bensin dan lonctan bunga api busi), tetapi pada umumnya untuk motor bensin berkisar antara 40 sampai 60 rpm.

c. Torque yang dihasilkan starter untuk menggerakkan mesin

Torque yang dihasilkan starter merupakan faktor penting dalam menentukan apakah starter dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Setiap mesin mempunyai torque maksimum yang dihasilkan, misal suatu mesin dengan 100 cc maksimum torquenya adalah 0,77 kg-m. Untuk dapat menggerakkan mesin dengan kapasitas tersebut, diperlukan torque yang melebihi kapasitas tersebut (sampai 6 kali). Tetapi pada umumnya starter hanya mempunyai torque yang yang tidak jauh berbeda dari torque maksimum mesin tersebut, sehingga tidak akan mampu memutarkan poros engkol. Untuk mengatasi hal ini, pada motor starter dilengkapi dengan gigi pinion (pinion gear), sehingga momen yang dihasilkan bisa diperbesar.

Komponen Sistem Starter Listrik

Komponen system starter listrik terdiri dari :

  • Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan DC
  • Kunci kontak berfungsi menghubungkan dan memutuskan sumber tegangan dengan rangkaian kelistrikan
  • Relay starter adalah saklar elektromagnetis yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus utama dari baterai menuju motor starter
  • Tombol starter berfungsi untuk mengaktifkan relay starter
  • Motor starter berfungsi untuk memutar poros engkol.
  • Kopling starter berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran poros engkol dengan motor starter

Prinsip Kerja Sistem Starter Sepeda Motor

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa secara umum system starter listrik terdiri dari baterai,  sekring (fuse), kunci kontak (ignition switch), saklar/tombol starter (starter switch), relay starter, dan motor starter. Arus yang besar (sekitar 40 ampere) akan mengalir ke motor starter saat dihidupkan. Untuk mengalirkan arus besar tersebut,diperlukan kabel yang tebal (besar) langsung dari  baterai menuju motor tanpa lewat tombol starter agar kontaknya tidak meleleh ketika ditekan. Oleh karena itu, dalam rangkaian sistem starter dilengkapi relay starter.

Prinsip Kerja Sistem Starter listrik

1. Saat Kunci Kontak Off

Hubungan sumber tegangan dengan rangkaian sistem starter terputus, tidak ada arus yang mengalir sehingga sistem starter tidak dapat digunakan.

2. Saat Kunci Kontak On

  • Kunci kontak posisi ON, tetapi tombol starter tidak ditekan.
    Tombol starter tidak ditekan (posisi OFF) menyebabkan arus dari sumber tegangan (baterai) belum mengalir ke sistem starter sehingga sistem starter belum bekerja
  • Kunci kontak posisi ON dan tombol starter ditekan.
    Apabila tombol starter ditekan (posisi START) pada saat kunci kontak ON, maka kemudian sistem starter akan mulai bekerja dan arus akan mengalir :
    Baterai ⇒ Sekering ⇒ Kunci Kontak (ON) ⇒ Kumparan Relay Starter ⇒ Tombol Starter (START) ⇒ massa.
    Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kumparan relay starter sehingga menghubungkan arus utama starter dari baterai menuju ke motor starter. Motor starter mengubah arus listrik dari baterai menjadi tenaga gerak putar, kemudian memutar poros engkol untuk menghidupkan mesin

Materi sistem starter sepeda motor dibagi dalam beberapa bagian dan akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya.