Tipe Busi Sepeda Motor

Saturday, July 8th, 2017 - Kelistrikan, Mesin, Sepeda Motor

Pengaruh Tipe Busi Dan Perambatan Panas

Pada saat terjadinya pembakaran terjadi kenaikan temperatur lebih dari 2000° C panas ditransfer langsung ke kepala silinder. Panas yang terjadi pada busi ditransfer melalui ulir busi ke kepala silinder sebesar 60 % dan yang 20 % diserap campuran bahan bakar baru/segar dan 2 % sisa panas yang mengalir ke ulir steker busi, 4 % ke isolator, 11 % ke rumah/bodi busi.

Perambatan Panas Tipe Busi Sepeda Motor,tipe busi,tipe busi sepeda motor,tipe busi motor,tipe busi dingin,tipe busi panas,tipe busi autolite,kode busi autolite copper,panas busi,busi panas dingin,indeks panas busi,index panas busi,tingkatan panas busi,gambar busi panas,pengertian nilai panas busi,kelebihan busi panas dan dingin,kelebihan busi panas,kegunaan busi panas,efek busi panas dan dingin,busi panas dan dingin,busi panas adalah,busi panas atau dingin,tingkat panas busi,kode panas busi,perbedaan busi panas dan dingin

Gambar 1. Perambatan panas pada busi

Ukuran panas adalah ukuran beban termal, Busi memiliki tipe panas tertentu. Pada gambar diatas suhu membersihkan diri  450°C cepat tercapai, tetapi tidak melampaui suhu maksimum 850°C. Dengan cukupnya suhu membersihkan diri maka kotoran sisa hasil pembakaran /residu berupa sisa oli dapat terbakar bersih. Perbedaan konstruksi motor, Proses kerja, Beban motor, Kompresi, Putaran, Sistem pendinginan dan lain lain memerlukan tipe busi dengan nilai panas yang berbeda. Nilai panas tertulis pada setiap busi yang dikeluarkan oleh pabrikan, dan setiap pabrikan tidak memiliki kesamaan dalam membuat kode nilai panas/tipe busi.

Grafik perambatan panas busi

Gambar 2. Grafik perambatan panas busi

Tabel Tipe Busi

Tabel tipe busi

Tabel 1. Tipe busi

Bila tipe busi terlalu panas maka akan berakibat panas yang diterima busi tidak cepat ditransfer dan kaki isolator dapat mencapai temperatur hingga 800°C yang akan dapat menyebabkan membara terlalu panas dan terjadi detonasi pad saat pembakaran/ knocking.

Pada saat pengapian terjadi karena bara maka campuran bahan bakar dan udara bukan terbakar karena percikan bunga api dari busi melainkan terjadi karena panasnya busi atau bara api di ruang bakar.

Bila nilai panas busi terlalu rendah maka pada saat motor putaran rendah dan mesin masih dingin maka busi tidak dapat membersihkan diri kaki isolator menjadi kotor dan pengapian menjadi jelek, konsumsi bahan bakar meningkat serta emisi gas buang menjadi naik.

Terpenting perlu diperhatikan adalah besarnya kaki isolator menentukan kualitas pemindahan panas. Busi dengan kaki isolator panjang ( Gambar 1 ) banyak menyerap panas tetapi sedikit/lambat mentrasfer panas ke bodi busi sehingga bisa disebut busi tipe “ Panas”, busi ini cocok digunakan pada kendaraan kecil berdaya rendah.

Busi tipe panas

Gambar 3. Tipe busi panas

Busi dengan kaki isolator yang pendek, pada permukaan isolator sedikit menerima panas /permukaan kaki isolator kecil, tetapi lintasan rambatan panasnya pendek sehingga lebih cepat membuang panas kaki isolator ke rumah busi, busi ini akan tetap dingin saat terjadinya pembakaran, jadi busi ini digunakan pada motor berdaya besar dan busi ini disebut busi “Dingin” Lihat Gambar 2. Busi tipe dingin.

Tipe busi dingin

Gambar 4. Tipe busi dingin