Tipe Lampu Kepala (Head Light)

Thursday, January 12th, 2017 - Kelistrikan, Sepeda Motor

Terdapat 2 tipe lampu kepala (head light) atau lampu besar yang digunakan pada sepeda motor, kedua tipe lampu besar atau lampu kepala tersebut adalah ;

  1. Tipe semi sealed beam, dan
  2. Tipe sealed beam.

Lampu kepala biasanya menggunakan low  filament beam untuk posisi lampu dekat dan high filament beam untuk posisi lampu jauh. Penjelasan kapan saatnya menggunakan lampu dekat dan lampu jauh sudah dibahas pada bagian saklar lampu kepala.

Tipe Lampu Kepala (Head Light)

1. Tipe Lampu Kepala Semi Sealed Beam

Tipe semi sealed beam adalah suatu konstruksi lampu kepala (head light) yang dapat digganti dengan mudah, dan cepat  bola lampunya (bulb) tanpa memerlukan penggantian secara keseluruhan jika bola lampunya terbakar atau putus.

Bola lampu yang termasuk tipe semi sealed beam adalah:

  1. Bola lampu biasa (filament tipe wolfram/tungsten )
    Bola lampu biasa adalah bola lampu yang menggunakan filamen (kawat pijar) tipe tungsten.

    Tipe Lampu Kepala (Head Light)

    Gambar 1. Konstruksi Bola Lampu filament tungsten

  2. Bola lampu quartz-halogen
    Pada bola lampu quartz-halogen, gas halogen tertutup rapat didalam tabungnya, sehingga bisa terhindar dari efek penguapan yang terjadi akibat naiknya suhu. Bola lampu halogen cahayanya lebih terang dibanding bola lampu tungsten, namun lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

    Bola lampu quartz-halogen,tipe lampu kepala,jenis lampu kepala,jenis lampu kepala mobil,lampu kepala tipe sealed beam,kelemahan lampu kepala tipe sealed beam,tipe lampu besar motor,jenis lampu utama motor,tipe lampu depan motor,jenis lampu depan motor,jenis lampu depan motor variasi,jenis lampu depan motor verza,jenis lampu depan motor yang terang

    Gambar 2. Konstruksi bola lampu halogen

Perbandingan Bola Lampu Tungsten dan Halogen

Cara Kerja Lampu Tungsten

Cara kerja bola lampu tungsten

Gambar 3. Cara kerja bola lampu tungsten

Daya listrik membuat filamen membara. Pada saat filamen membara, tungsten akan menguap. Tungsten yang menguap, kemudian terkondensasi pada dinding kaca yang lebih dingin. Hal ini terjadi terus menerus selama lampu menyala, sehingga semakin lama kaca lampu akan terlihat menghitam, kemudian hingga suatu saat filamen tungsten akan terus menipis dan akhirnya putus, lampu mati

Lampu halogen termasuk dalam jenis lampu pijar. Lampu halogen diciptakan dengan memperbaiki proses lampu pijar biasa di atas, yaitu dengan mengurangi masalah menguapnya tungsten. Kaca lampu dibuat dari kaca kuarsa yang tipis dan tahan panas, kemudian gas yang diisikan ditambahkan sedikit gas halogen.

Pada tahun 1959 lampu halogen diperkenalkan untuk kepentingan komersial. Perhatikan gambar di bawah ini

Cara Kerja Lampu Halogen

Cara kerja bola lampu Halogen

Gambar 4. Cara kerja bola lampu Halogen

Terlihat gas halogen diantara gas-gas lainnya dalam lampu halogen. Secara kimia, gas halogen (butir merah) akan bereaksi dengan uap tungsten(butir hitam) yang kemudian menghasilkan halida tungsten. Pada saat filamen tungsten membara, tungsten akan menguap. Gas halogen mengikat uap tungsten tadi menjadi tungsten halida. Ketika halida tersebut menyentuh tungsten filamen yang sedang membara, senyawa tersebut kembali terpecah dimana gas halogen kembali terlepas sementara tungsten kembali melekat pada filamen. Siklus ini berulang terus menerus yang menghasilkan cahaya lampu yang stabil dan umur lampu yang panjang.

Siklus tersebut di atas disebut dengan siklus halogen atau HalogenCycle. Namun syarat utama untuk terjadinya siklus halogen adalah suhu permukaan kaca lampu harus sangat panas. Suhu harus minimal sekitar 250°C hingga 900°C (tergantung besar daya lampu). Jika suhu kaca lampu berada di bawah itu, maka halogen tidak akan mampu mengikat uap tungsten, akibatnya tungsten akan melekat pada dinding kaca bagian dalam, hingga lama kelamaan kaca lampu akan menghitam, dan lampu halogen lebih cepat putus. proses di atas adalah alasan mengapa lampu halogen tidak boleh dipegang  pada bagian kacanya.

Cara memegang bola lampu Halogen

Gambar 5. Cara memegang bola lampu Halogen

Hubungan cara memegang dan prinsip kerja bola lampu Halogen

Gambar 6. Hubungan cara memegang dengan prinsip kerja bola lampu Halogen

Keterangan :

  1. Jari tangan kita selalu meninggalkan sidik jari berupa lapisan lemak tipis.
  2. Lapisan lemak yang menempel pada kaca lampu halogen membuat suhu permukaan kaca lebih dingin dibanding permukaan kaca yang lain. Hal ini karena lemak tadi pada suhu yang sangat tinggi akan melebur menyatu dengan kaca yang berbahan dasar Quartz sehingga koefisien muainya menjadi berbeda dengan bagian yang bersih. Jika perbedaan koefisien muainya sangat besar, bisa menyebabkan kaca pecah.
  3. Akibat perbedaan suhu kaca di atas, proses siklus halogen tidak dapat bekerja sempurna.
  4. Semakin banyak uap tungsten yang terkondensasi pada kaca lampu, tepatnya pada bagian kaca yang lebih dingin (ada lemak). Bagian tersebut biasanya akan menjadi berkabut hitam, abu-abu atau putih.
  5. Akhirnya lampu menjadi cepat putus, akibat filamen tungsten yang cepat menipis karena menguap.

2. Tipe Lampu Kepala Sealed Beam

Pada beberapa model sepeda motor generasi sebelumnya, lampu kepalanya menggunakan tipe sealed beam. Tipe ini terdiri dari lensa (glass lens), pemantul cahaya (glass reflector), filamen dan gas di dalamnya. Jika ada filamen yang rusak/terbakar, maka penggantiannya tidak dapat diganti secara tersendir, tapi harus keseluruhannya.

Konstruksi bola lampu tipe sealed beam

Gambar 7. Konstruksi bola lampu tipe sealed beam

Dari keterangan diatas kita dapat menentukan tipe lampu kepala (Head Light) yang sesuai dengan kebutuhan motor kita.