Transmisi (Gear box) Sepeda Motor

Wednesday, February 1st, 2017 - Sepeda Motor, Transmisi

Transmisi (Gear box) Sepeda Motor

Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen (tenaga putaran) mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi;

  1. transmisi manual, dan
  2. transmisi otomatis.

Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/input shaft) dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar (output shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi  tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya.

Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan  gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling (gearchange lever).

a. Transmisi Manual Sepeda Motor

Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut:

Transmisi (Gear box) Sepeda Motor,transmisi sepeda motor,transmisi sepeda motor pdf,transmisi sepeda motor bebek,transmisi sepeda motor manual,transmisi sepeda motor pendidikan,transmisi sepeda motor matic,transmisi sepeda motor ppt,transmisi sepeda motor adalah,sistem transmisi sepeda motor matic,susunan transmisi sepeda motor,membongkar transmisi sepeda motor,rpp transmisi sepeda motor,sistim transmisi sepeda motor,transmisi manual sepeda motor smk,transmisi mesin sepeda motor,carakerja transmisi sepeda motor,transmisi manual pada sepeda motor,makalah sistem transmisi sepeda motor,susunan gigi transmisi sepeda motor,transmisi otomatis sepeda motor,artikel transmisi otomatis sepeda motor,artikel transmisi manual sepeda motor,animasi cara kerja transmisi sepeda motor,animasi transmisi sepeda motor,artikel transmisi sepeda motor,animasi sistem transmisi sepeda motor,animasi transmisi manual sepeda motor,bongkar transmisi sepeda motor,belajar transmisi sepeda motor,bongkar pasang transmisi sepeda motor,merawat berkala transmisi sepeda motor,cara bongkar pasang transmisi sepeda motor,bagian transmisi manual sepeda motor,bagian transmisi sepeda motor,buku transmisi sepeda motor,buku transmisi manual sepeda motor,nama bagian transmisi sepeda motor,cara bongkar transmisi sepeda motor

Gambar 1. Contoh konstruksi kopling manual

Pada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan (nomor 5 gambar 1), poros pemindah (21) gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum (6) akan mengait dan mendorong shift drum (10) hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi (11,12 dan 13) yang diberi pin (pasak).  Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian lainnya (dekat dengan pemutar shift drum), dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas (16) dan bintang penghenti putaran shift drum (6). Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama.

Garpu  pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser (sliding gear). Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada.

Gigi geser, baik yang berada pada poros utama (main shaft) maupun yang berada pada poros pembalik (counter shaft/output shaft), tidak dapat berputar bebas pada porosnya (lihat no 4 dan 5 gambar 1). Lain halnya dengan gigi kecepatan (1, 2, 3, 4, dan seterusnya), gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masingmasing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser.

b. Transmisi Otomatis Sepeda Motor

Transmisi otomatis umumnya digunakan pada sepeda motor jenis scooter (skuter). Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis “V“ belt atau yang dikenal dengan CVT (Constantly Variable Transmission). CVT merupakan transmisi otomatis yang menggunakan sabuk untuk memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi.

transmisi otomatis tipe CVT,transmisi sepeda motor,transmisi sepeda motor pdf,transmisi sepeda motor bebek,transmisi sepeda motor manual,transmisi sepeda motor pendidikan,transmisi sepeda motor matic,transmisi sepeda motor ppt,transmisi sepeda motor adalah,sistem transmisi sepeda motor matic,susunan transmisi sepeda motor,membongkar transmisi sepeda motor,rpp transmisi sepeda motor,sistim transmisi sepeda motor,transmisi manual sepeda motor smk,transmisi mesin sepeda motor,carakerja transmisi sepeda motor,transmisi manual pada sepeda motor,makalah sistem transmisi sepeda motor,susunan gigi transmisi sepeda motor,transmisi otomatis sepeda motor,artikel transmisi otomatis sepeda motor,artikel transmisi manual sepeda motor,animasi cara kerja transmisi sepeda motor,animasi transmisi sepeda motor,artikel transmisi sepeda motor,animasi sistem transmisi sepeda motor,animasi transmisi manual sepeda motor,bongkar transmisi sepeda motor,belajar transmisi sepeda motor,bongkar pasang transmisi sepeda motor,merawat berkala transmisi sepeda motor,cara bongkar pasang transmisi sepeda motor,bagian transmisi manual sepeda motor,bagian transmisi sepeda motor,buku transmisi sepeda motor,buku transmisi manual sepeda motor,nama bagian transmisi sepeda motor,cara bongkar transmisi sepeda motor

Gambar 2. Konstruksi transmisi otomatis tipe CVT

Seperti terlihat pada gambar di atas transmisi CVT terdiri dari; dua buah puli yang dihubungkan oleh sabuk (belt), sebuah kopling sentripugal (6) untuk menghubungkan ke penggerak roda belakang ketika throttle gas di buka (diputar), dan gigi transmisi satu kecepatan untuk mereduksi (mengurangi) putaran. Puli penggerak/drive pulley centripugal unit (1) diikatkan ke ujung poros engkol (crankshaft); bertindak sebagai pengatur kecepatan berdasarkan gaya sentripugal. Puli yang digerakkan/driven pulley (5) berputar pada bantalan poros utama (input shaft) transmisi. Bagian tengah kopling sentripugal/centripugal clutch (6) diikatkan/dipasangkan ke puli (5) dan ikut berputar bersama puli tersebut. Drum kopling/clucth drum (7) berada pada alur poros utama (input shaft) dan akan memutarkan poros tersebut jika mendapat gaya dari kopling.

Kedua puli masing-masing terpisah menjadi dua bagian, dengan setengah bagiannya dibuat tetap dan setengah bagian lainnya bisa bergeser mendekat atau menjauhi sesuai arah poros. Pada saat mesin tidak berputar, celah puli penggerak (1) berada pada posisi maksimum dan celah puli yang digerakkan (5) berada pada posisi minimum.

Pada gambar 3 di bawah ini dapat dilihat bahwa pergerakkan puli (2) dikontrol oleh pergerakkan roller (nomor 7 dalam gambar 3). Fungsi roller hampir sama dengan plat penekan pada kopling sentripugal. Ketika putaran mesin naik, roller akan terlempar ke arah luar dan mendorong bagian puli yang bisa bergeser mendekati puli yang diam, sehingga celah pulinya akan menyempit.

Posisi dan cara kerja puli transmisi otomatis

Gambar 3. Posisi dan cara kerja puli

1. Ujung poros engkol
2. Puli penggerak
3. Bagian puli penggerak yang bisa bergeser
4. Sabuk (belt)
5. Puli yang digerakan
6. Poros roda belakang
7. Roller

Ketika celah puli mendekat, maka akan mendorong sabuk ke arah luar. Hal ini akan membuat puli (2) tersebut berputar dengan diameter yang lebih besar. Setelah sabuk tidak dapat diregangkan kembali, maka sabuk akan meneruskan putaran dari puli (2) ke puli yang digerakkan (5).

Jika gaya dari puli (2) mendorong sabuk ke arah luar lebih besar dibandingkan dengan tekanan pegas yang menahan puli  yang digerakkan (5), maka puli (5) akan tertekan melawan pegas, sehingga sabuk akan berputar dengan diameter yang lebih kecil. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi tinggi untuk transmisi manual (lihat ilustrasi bagian C gambar 3). Jika kecepatan mesin menurun, roller puli penggerak (7) akan bergeser ke bawah lagi dan menyebabkan bagian puli penggerak yang bisa bergeser merenggang. Secara bersamaan tekanan pegas di pada puli (5) akan mendorong bagian puli yang bisa digeser dari puli tersebut, sehingga sabuk berputar dengan diameter yang lebih besar pada bagain belakang dan diameter yang lebih kecil pada bagain depan. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi rendah untuk transmisi manual seperti terlihat pada ilustrasi bagian A gambar 3.